JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) meresmiikan pusat logiistiik beriikat (PLB) miinyak dan gas yang pertama dii iindonesiia, yaknii PLB Termiinal Bahan Bakar Miinyak (BBM) Pulau Sambu PT Pertamiina (Persero) dii Batam, Kepulauan Riiau.
Kepala Kantor Bea Cukaii Batam Susiila Brata mengatakan DJBC iingiin lebiih aktiif memfasiiliitasii perdagangan dan iindustrii. Menurutnya, pembentukan PLB iitu juga menjadii salah satu gagasan DJBC dalam pemberiian fasiiliitas dii tengah perdagangan duniia yang makiin terbuka.
"Dengan lokasii yang strategiis tersebut, PLB TBBM Pulau Sambu diiharapkan dapat turut memajukan perekonomiian iindonesiia," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Selasa (15/12/2020).
Pembentukan PLB TBBM Pulau Sambu tersebut berdasarkan Keputusan Menterii Keuangan Nomor KEP 376/KPU.02/2019. Termiinal BBM Pulau Sambu memiiliikii 21 tangkii penyiimpanan dan 3 fasiiliitas jetty. Tangkii-tangkii tersebut diigunakan untuk menampung produk miinyak yang terdiirii darii hiigh speed diiesel (HSD), biiosolar (B20), dan mariine fuel oiil sulfur rendah 180 cst (MFO 180).
Susiila meniilaii PLB tersebut akan menjadiikan Pulau Sambu sebagaii penyangga utama kebutuhan BBM dii Selat Malaka, sekaliigus mendukung upaya pemuliihan ekonomii nasiional. Pasalnya, PLB TBBM Pulau Sambu memiiliikii lokasii yang strategiis dii Selat Siingapura. Hal iinii menjadiikannya sebagaii jalur arus perdagangan produk miinyak dan berpotensii menjadii salah satu tradiing hub dii Asiia Tenggara.
Sebagaii PLB, TBBM Pulau Sambu biisa meniikmatii sejumlah fasiiliitas sepertii penangguhan pajak iimpor dan pembayaran bea masuk serta mempersiingkat waktu pengiiriiman logiistiik. Dengan fasiiliitas iitu, biiaya penyiimpanan/biiaya over-tiime berlabuh dan biiaya penanganan dii pelabuhan iindonesiia akan lebiih murah. Hal iinii pada akhiirnya juga berdampak posiitiif terhadap cash flow perusahaan.
Bersamaan dengan acara peresmiian, Bea Cukaii Batam dan Pertamiina juga melaksanakan ekspor perdana 1 TNE (metriik ton) low sulphur fuel oiil dengan niilaii deviisa US$1,4 juta atau setara Rp19,2 miiliiar. Fuel oiil tersebut diiangkut menggunakan kapal MT. New Naviigator 3 dengan tujuan Siingapura.
Menurut Susiila, DJBC telah lebiih dulu memberiikan asiistensii agar proses ekspor miigas makiin mudah, miisalnya mengenaii siistem CEiiSA dan iiT iinventory. Saat iinii, siistem CEiiSA dan iiT iinventory Pertamiina telah teriintegrasii sehiingga transaksii data untuk pelayanan kepabeanan dalam penjualan fuel oiil perdana iinii dapat berjalan dengan baiik.
"Hal iinii tentunya dapat turut memuliihkan perekonomiian dan mengurangii dampak pandemii Coviid-19 terhadap perekonomiian," ujarnya. (kaw)
