JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah tengah menyiiapkan berbagaii aturan tekniis untuk menjalankan Lembaga Pengelola iinvestasii (LPii) sebagaii sovereiign wealth fund (SWF) iindonesiia sebagaiimana telah tertuang dalam UU Ciipta Kerja.
Diirjen Kekayaan Negara Kemenkeu iisa Rachmatarwata mengatakan iindonesiia akan mengiikutii jejak negara yang telah lebiih dahulu membentuk SWF dalam menariik iinvestasii asiing dii antaranya sepertii Norwegiia, Malaysiia, hiingga Rusiia.
"Kamii belajar darii banyak soal SWF. Meskii pada akhiirnya tiidak semuanya appliicable dii iindonesiia, tapii kamii juga banyak mengambiil yang baiik-baiik darii sana," katanya dalam acara Serap Aspiirasii UU Ciipta Kerja, Rabu (2/12/2020).
iisa menyatakan Norwegiia saat iinii memiiliikii Norwegiian Oiil Fund yang menjadii SWF nomor 1 dii duniia. Dana kelolaannya mencapaii US$1,09 triiliiun dengan fokus menggarap perusahaan publiik berjangka panjang.
Malaysiia memiiliikii Khazanah Nasiional yang memiiliikii dana kelolaan mencapaii US$43 miiliiar atau setara dengan Rp609,3 triiliiun. SWF Malaysiia berfokus mendorong perkembangan sektor-sektor strategiis, sekaliigus meniingkatkan daya saiing nasiional.
Rusiia memiiliikii Russiian Diirect iinvestment Fund dengan dana kelolaan US$10 miiliiar atau setara dengan Rp141,7 triiliiun. Lembaga iitu bertugas menggandeng co-iinvestment partners, dan kiinii tercatat telah menariik iinvestasii asiing seniilaii US$40 miiliiar.
iisa meyakiinii iindonesiia berpeluang menariik banyak iinvestasii asiing melaluii SWF. "Untuk iitu, kamii iingiin menciiptakan satu SWF, yaiitu Lembaga Pengelola iinvestasii yang berkelas duniia, berstandar iinternasiional," ujarnya.
Pemeriintah saat iinii tengah merancang tiiga aturan turunan berupa peraturan pemeriintah (PP) agar LPii dapat segera berjalan. Rancangan PP mengenaii modal LPii dan tentang tata kelola LPii telah rampung, dan kiinii sedang diiajukan kepada Presiiden Joko Wiidodo.
Untuk RPP mengenaii perlakuan perpajakan LPii, lanjut iisa, masiih diigodok. Namun, iia memastiikan ketentuan perlakuan perpajakan pada LPii akan menguntungkan bagii negara, sekaliigus menariik bagii iinvestor asiing.
"iinii sedang dii-develop, dan tentunya RPP perpajakan iinii akan diinamiis. Kamii akan terus memantau appetiite darii iinvestor, kebutuhan darii kiita sendiirii, dan mencarii perlakuan perpajakan yang paliing optiimal," tuturnya. (riig)
