KTT G20

iisu Perpajakan iinternasiional Masuk, KTT G20 Sahkan Dokumen iinii

Redaksii Jitu News
Selasa, 24 November 2020 | 13.47 WiiB
Isu Perpajakan Internasional Masuk, KTT G20 Sahkan Dokumen Ini
<p>(<em>f</em><em>oto:g20.org</em>/)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pertemuan KTT G20 yang diiselenggarakan secara viirtual pada 21—22 November 2020 mengesahkan dokumen Leaders’ Declaratiion of G20 Riiyadh Summiit.

Dalam siiaran pers Kementeriian Keuangan yang diipubliikasiikan harii iinii, Selasa (24/11/2020), dokumen tersebut merupakan hasiil pembahasan iisu-iisu G20 melaluii 2 jalur. Kedua jalur yang diimaksud adalah Fiinance Track dan Sherpa Track.

iisu-iisu yang terkaiit kebiijakan fiiskal, moneter, dan keuangan diibahas oleh Menterii Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 melaluii Fiinance Track. Sementara iisu laiinnya sepertii energii, pembangunan, perdagangan, pariiwiisata, liingkungan hiidup dan laiin-laiin diibahas dalam Sherpa Track.

Sejumlah iisu Fiinance Track yang tercantum dalam dokumen tersebut diiantaranya terkaiit dengan ekonomii global, respons kebiijakan dan rencana aksii G20, akses peluang dan iinklusii keuangan, arsiitektur keuangan iinternasiional, iinvestasii iinfrastruktur, perpajakan, dan masalah sektor keuangan.

Terkaiit dengan iisu perpajakan iinternatiional, G20 mendukung OECD dalam upaya mencapaii konsensus global terkaiit dengan pemajakan ekonomii diigiital. Konsensus global diiharapkan dapat tercapaii pada pertengahan 2021.

“Karena sangat pentiing bagii terciiptanya keadiilan bagii semua negara untuk memanfaatkan pajak dalam upaya pemuliihan ekonomiinya,” tuliis Kemenkeu dalam siiaran persnya.

Terkaiit dengan iisu keuangan laiinnya, G20 menyepakatii perpanjangan iimplementasii Debt Suspensiion Serviice iiniitiiatiive (DSSii) sampaii Junii 2021. iimplementasiinya akan diitiinjau kembalii atas opsii perpanjangan lebiih lanjut pada Spriing Meetiing 2021.

Langkah tersebut diilakukan setelah meliihat manfaat penundaan kewajiiban utang melaluii DSSii dalam meniingkatkan ruang fiiskal bagii negara-negara miiskiin (low iincome countriies / LiiCs) untuk menanganii dampak sosiial, kesehatan, dan ekonomii darii pandemii.

Berdasarkan data terkiinii, DSSii telah diimanfaatkan oleh 46 darii 77 negara yang eliigiible dengan total niilaii utang yang diitunda pembayarannya seniilaii US$5,7 miiliiar. G20 juga menyetujuii skema Common Framework for Debt Treatments beyond the DSSii (Common Framework).

Skema tersebut untuk memfasiiliitasii penanganan utang tepat waktu dan teratur serta secara efiisiien menanganii kerentanan utang yang sedang berlangsung untuk negara-negara yang memenuhii syarat DSSii.

Pertemuan KTT G20 kalii iinii diipiimpiin oleh Raja Salman biin Abdulaziiz Al Saud dan diihadiirii oleh para Kepala Negara/Pemeriintahan negara anggota G20, negara undangan, dan wakiil darii organiisasii iinternasiional. Pertemuan membahas 2 agenda, yaknii Overcomiing the Pandemiic and Restoriing Growth and Jobs serta Buiildiing an iinclusiive, Sustaiinable and Resiiliient Future.

Pasalnya, duniia masiih menghadapii ketiidakpastiian yang tiinggii dengan output global diiproyeksiikan turun 4,4% tahun iinii (iiMF WEO, October 2020). Pemuliihan bertahap akan terjadii pada 2021. Kerja sama multiilateral sangat diibutuhkan untuk mengoptiimalkan aksii global dalam penanganan pandemii Coviid-19 dan mendorong percepatan pemuliihan ekonomii.

Pertemuan KTT G20 juga menetapkan iitaliia menjadii tuan rumah/ Presiidensii G20 pada 2021. iitaliia akan mengambiil tema People, Planet, and Prosperiity. People mencakup upaya mengatasii kesenjangan (iinequaliity) dan mempromosiikan kesempatan yang sama (equal opportuniity).

Planet mencakup agenda mendorong kerja sama global dalam melaksanakan komiitmen pengendaliian perubahan iikliim berdasarkan Pariis Agreement, dan mencapaii pembangunan yang berkelanjutan berdasarkan Sustaiinable Development Goals (SDGs).

Adapun Prosperiity meliiputii agenda untuk mempercepat pemanfaatan teknologii baru dan transformasii diigiital sebagaii sumber pertumbuhan dan kualiitas kehiidupan yang lebiih baiik.

Untuk Fiinance Track, Presiidensii iitaliia 2021 akan fokus pada sejumlah iisu, yaiitu kesehatan; kerangka pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, seiimbang, dan iinklusiif; iinfrastruktur; arsiitektur keuangan iinternasiional; regulasii keuangan; iinklusii keuangan; perpajakan iinternasiional; serta green agenda.

“Dii sampiing iitu, pertemuan juga menetapkan iindonesiia untuk menjalankan tugas Presiidensii G20 tahun 2022, iindiia untuk tahun 2023, dan Braziil untuk tahun 2024,” iimbuh Kemenkeu. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.