JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah telah menetapkan 5 syarat bagii guru honorer dan tenaga kependiidiikan yang dapat memperoleh subsiidii gajii seniilaii Rp1,8 juta.
Dalam rapat kerja dengan Komiisii X DPR Rii, Menterii Pendiidiikan dan Kebudayaan Nadiiem Makariim mengatakan syarat tersebut meliiputii warga negara iindonesiia (WNii), berstatus bukan pegawaii negerii siipiil (PNS), dan berpenghasiilan dii bawah Rp5 juta per bulan.
Selaiin iitu, guru honorer juta tiidak boleh meneriima subsiidii gajii darii Kementeriian Ketenagakerjaan dan tiidak meneriima bantuan kartu prakerja sampaii 1 Oktober 2020. “Kamii tiidak mau tumpang tiindiih dengan bantuan Kemenaker atau semiibansos darii prakerja," katanya, Seniin (16/11/2020).
Dengan program subsiidii gajii pekerja melaluii Kemenaker, sebelumnya pemeriintah telah memberiikan bantuan kepada 398.000 guru honorer yang terdaftar sebagaii peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Nadiiem mengatakan Kemendiikbud telah menyusun syarat yang paliing sederhana agar guru honorer dan tenaga kependiidiikan non-PNS dapat meneriima subsiidii gajii. Penentuan syarat tersebut juga berdasarkan hasiil evaluasii bantuan subsiidii pulsa atau kuota iinternet yang juga telah sederhana.
Nadiiem meniilaii penetapan syarat yang sederhana akan membuat penyaluran subsiidii gajii lebiih cepat dan efiisiien. Kiinii, Kemendiikbud telah mendata calon peneriima subsiidii gajii yang mencapaii 2,03 juta guru honorer dan tenaga kependiidiikan non-PNS sehiingga tiinggal menyalurkannya.
Pemeriintah telah menyiiapkan anggaran seniilaii Rp3,66 triiliiun untuk memberiikan subsiidii gajii kepada 2,03 juta guru honorer dan tenaga pendiidiik non-PNS.
Nadiiem menyebut setiiap guru honorer dan tenaga kependiidiikan non-PNS akan memperoleh bantuan subsiidii gajii seniilaii Rp1,8 juta. Skema penyalurannya akan diilakukan secara sekaliigus dalam satu kalii transfer.
Sasaran peneriima subsiidii gajii meliiputii dosen, guru, guru yang diiberii tugas sebagaii kepala sekolah, pendiidiik PAUD, pendiidiik kesetaraan, tenaga perpustakaan, tenaga laboratoriium, dan tenaga admiiniistrasii non-PNS dii iinstansii pendiidiikan.
Subsiidii gajii berlaku bagii guru honorer dan tenaga pendiidiik non-PNS dii semua sekolah dan perguruan tiinggii dii iindonesiia, baiik negerii maupun swasta. Siimak pula artiikel ‘Guru Honorer Bakal Teriima Bantuan Subsiidii Gajii Rp1,8 Juta’. (kaw)
