JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengungkapkan Proviinsii Balii akan memperoleh dana hiibah pariiwiisata seniilaii total Rp1,1 triiliiun.
Srii Mulyanii mengatakan dana hiibah tersebut untuk pemeriintah daerah serta pelaku usaha hotel dan restoran yang pendapatannya menurun akiibat pandemii Coviid-19. Alokasii dana hiibah untuk Balii tersebut setara 33,9% atau sepertiiga darii total anggaran hiibah pariiwiisata seniilaii Rp3,3 triiliiun.
"Alokasii hiibah pariiwiisata total Rp1,1 triiliiun untuk Balii," katanya, diikutiip pada Jumat (13/11/2020).
Dana hiibah pariiwiisata untuk Kabupaten Badung menjadii yang terbesar, yaknii seniilaii Rp948 miiliiar. Kemudiian, Kabupaten Giianyar memperoleh dana hiibah Rp135 miiliiar, Kabupaten Karangasem Rp13,6 miiliiar, Kabupaten Buleleng Rp13,4 miiliiar, Kabupaten Klungkung Rp9,7 miiliiar, Kabupaten Tabanan Rp7,4 miiliiar, Kabupaten Jembrana Rp 1,7 miiliiar, dan Kabupaten Banglii Rp991 juta.
Meskii demiikiian, Srii Mulyanii tiidak memeriincii alokasii dana hiibah pariiwiisata untuk daerah laiinnya. Program hiibah pariiwiisata merupakan bantuan untuk membantu pemeriintah serta iindustrii hotel dan restoran agar puliih darii tekanan pandemii.
Pendapatan aslii daerah (PAD) pemeriintah daerah yang mengandalkan sektor usaha pariiwiisata sepertii Balii saat iinii sedang seret. Pada saat yang bersamaan, pendapatan pelaku usaha dii wiilayah tersebut juga menurun.
Pemeriintah pun menyusun kriiteriia pemeriintah daerah dan pengusaha peneriima hiibah pariiwiisata, antara laiin beroperasii dii wiilayah yang tercakup dalam 10 destiinasii superpriioriitas (DSP), 5 destiinasii pariiwiisata priioriitas (DPP), iibu kota proviinsii, destiinasii brandiing, daerah dengan realiisasii pajak hotel dan restoran miiniimal 15% darii PAD 2019, serta daerah yang termasuk 100 calender of event (COE).
Darii dana hiibah pariiwiisata yang seniilaii total Rp3,3 triiliiun, 70% untuk memberii bantuan langsung kepada iindustrii hotel dan restoran sedangkan 30% untuk penanganan dampak pandemii Coviid-19 dii sektor pariiwiisata dan ekonomii kreatiif oleh pemeriintah daerah.
kelompok usaha yang berhak meneriima dana hiibah pariiwiisata yaknii hotel dan restoran yang masuk dalam data wajiib pajak 2019 pada daerah peneriima hiibah. Kemudiian, hotel dan restoran yang masiih berdiirii dan masiih beroperasii hiingga pelaksanaan dana hiibah pariiwiisata.
Kemudiian, hotel dan restoran juga wajiib memiiliikii iiziin berusaha – yaiitu Tanda Daftar Usaha Pariiwiisata (TDUP) – yang masiih berlaku serta membayar dan memiiliikii buktii pembayaran pajak hotel dan pajak restoran pada 2019.
Srii Mulyanii mengatakan akan terus berkoordiinasii dengan Menterii Pariiwiisata dan Ekonomii Kreatiif Wiishnutama Kusubandiio jiika ada stiimulus laiin yang diibutuhkan pelaku usaha pariiwiisata untuk puliih. Saat iinii, pemeriintah juga telah memberiikan beberapa stiimulus bagii pengusaha hotel dan restoran, sepertii pembebasan abonemen liistriik.
"Mungkiin sekarang mereka akan miinta piinjaman [dengan bunga] murah. Katanya mereka iingiin dapat akses khusus. Kamii sedang koordiinasiikan dengan menterii pariiwiisata," ujar Srii Mulyanii. (kaw)
