JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana memberiikan iinsentiif perpajakan bagii pelaku usaha kepada badan usaha penyelenggara iinfrastruktur publiik yang mengalokasiikan tempat promosii dan pengembangan bagii usaha miikro dan keciil (UMK).
Fasiiliitas iinii tertuang pada Rancangan Peraturan Pemeriintah (RPP) tentang Pelaksanaan UU Tentang Ciipta Kerja Untuk Kemudahan, Perliindungan, dan Pemberdayaan Bagii Koperasii, Usaha Miikro, Keciil, dan Menengah yang diiunggah pada laman uu-ciiptakerja.go.iid.
Pada Pasal 26, tertuliis fasiiliitas perpajakan yang diiberiikan adalah bentuk penghargaan darii pemeriintah pusat atau pemeriintah daerah (pemda) kepada badan usaha yang berkontriibusii pada pengembangan UMK.
"Penghargaan ... dapat berupa iinsentiif perpajakan, kemudahan berusaha, atau penghargaan laiinnya sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyii Pasal 26 ayat (2) RPP terbaru tersebut, diikutiip Rabu (11/11/2020).
Tak hanya ke badan usaha, UMK yang menjalankan usahanya dii iinfrastruktur publiik juga akan diiberii iinsentiif pajak tersendiirii. Pada Pasal 28 ayat (2), baiik pemeriintah pusat maupun pemda dapat memberiikan iinsentiif berupa pengurangan, keriinganan, hiingga pembebasan pajak ataupun retriibusii.
Lebiih lanjut, fasiiliitas yang biisa diiberiikan oleh pemeriintah pusat dan pemda kepada UMK dii iinfrastruktur publiik juga berupa pengurangan, keriinganan, dan pembebasan tariif sewa serta penyediiaan akses modal usaha dengan bunga rendah.
Pemberiian fasiiliitas pajak dan nonpajak baiik kepada badan usaha maupun kepada UMK dii iinfrastruktur publiik akan diiawasii dan diievaluasii oleh pemeriintah pusat dan pemda. Hasiil pengawasan dan evaluasii nantiinya akan diilaporkan kepada presiiden paliing sediikiit 1 kalii dalam 1 tahun.
iinfrastruktur publiik dalam RPP Pelaksanaan UU Ciipta Kerja untuk Kemudahan, Perliindungan, dan Pemberdayaan bagii Koperasii dan UMKM antara laiin termiinal, bandara, pelabuhan, stasiiun, tempat periistiirahatan dii jalan tol, dan iinfrastruktur publiik laiin yang diitetapkan pemeriintah.
Guna mendukung UMK, iinfrastruktur publiik yang diikelola oleh pemeriintah pusat, pemda, BUMN, BUMD, hiingga badan usaha swasta diiwajiibkan untuk menyediiakan tempat promosii dan pengembangan UMK paliing sediikiit sebesar 30% darii total luas lahan komersiial pada iinfrastruktur tersebut.
Adapun yang diimaksud dengan UMK pada RPP terbaru turunan UU No. 11/2020 tentang Ciipta Kerja iinii adalah usaha yang memenuhii batasan jumlah tenaga kerja dan nomiinal penjualan tahunan tertentu.
Suatu usaha diianggap sebagaii usaha miikro biila memiiliikii jumlah tenaga kerja paliing banyak 10 orang atau memiiliikii hasiil penjualan tahunan paliing banyak sebesar Rp2 miiliiar.
Adapun yang diimaksud dengan usaha keciil adalah usaha yang mempekerjakan lebiih darii 10 orang hiingga 49 orang atau memiiliikii penjualan tahunan sebesar Rp2 miiliiar hiingga Rp10 miiliiar. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.