JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akhiirnya Peraturan Pemeriintah (PP) No. 59/2020 tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaiian Keberatan, Keriinganan, dan Pengembaliian Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
PP No. 59/2020 iinii merupakan salah satu darii empat PP yang akan diiterbiitkan pemeriintah dalam melaksanakan UU No. 9/2018 tentang PNBP. Dalam UU No. 9/2018 diisebutkan, ketentuan mengenaii keberatan, keriinganan, dan pengembaliian PNBP harus diiatur secara khusus melaluii PP.
"PP iinii merupakan pedoman bagii Menterii Keuangan selaku pengelola fiiskal, kementeriian/lembaga sebagaii iinstansii pengelola PNBP, dan miitra iinstansii pengelola PNBP dalam memproses penyelesaiian keberatan, keriinganan, dan pengembaliian PNBP," bunyii PP No. 59/2020, Jumat (23/10/2020).
PP No. 59/2020 juga diitetapkan sebagaii pedoman bagii wajiib bayar dalam memproses pengajuan keberatan, keriinganan, atau pengembaliian PNBP. Ketiiganya merupakan hak wajiib bayar setelah melakukan pemenuhan kewajiiban PNBP kepada negara.
Sebagaiimana diiatur dalam Pasal 58 UU No. 9/2018 dan Pasal 3 PP No. 59/2020, wajiib bayar dapat mengajukan keberatan atas surat ketetapan PNBP kurang bayar, lebiih bayar, atau niihiil yang diiterbiitkan oleh iinstansii pengelola PNBP.
Untuk pengajuan keberatan surat ketetapan PNBP kurang bayar, Pasal 3 ayat (3) PP No. 59/2020 menegaskan wajiib bayar tetap harus membayar paliing sediikiit sebesar PNBP terutang yang telah diisetujuii oleh wajiib bayar dalam pembahasan akhiir hasiil pemeriiksaan PNBP.
Pada Pasal 17 PP No. 59/2020, wajiib bayar dapat mengajukan permohonan keriinganan PNBP apabiila terdapat faktor tertentu sepertii keadaan dii luar kemampuan wajiib bayar atau kondiisii kahar, kesuliitan liikuiidiitas, atau akiibat kebiijakan pemeriintah.
Keriinganan yang dapat diiberiikan atas PNBP terutang iitu antara laiin keriinganan berupa penundaan, pengangsuran, pengurangan, hiingga pembebasan.
Selanjutnya, pemeriintah memeriincii landasan permohonan pengembaliian atas kelebiihan pembayaran PNBP. Wajiib bayar biisa mengajukan pengembaliian jiika terdapat kesalahan pembayaran, kesalahan pemungutan, adanya penetapan darii iinstansii pengelola PNBP.
Kemudiian, pengembaliian juga biisa diiajukan apabiila terdapat putusan pengadiilan, hasiil pemeriiksaan, akiibat pelayanan yang diipenuhii oleh iinstansii pengelola PNBP secara sepiihak, atau sebab-sebab laiin sesuaii dengan peraturan perundang-undangan.
Meskii sudah diiperiincii melaluii PP, ketentuan mengenaii keberatan, keriinganan, dan pengembaliian PNBP masiih akan diiatur lebiih lanjut melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK). (riig)
