KEBiiJAKAN CUKAii

DJBC Jajakii Pembentukan Kawasan iindustrii Hasiil Tembakau dii Lombok

Diian Kurniiatii
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17.00 WiiB
DJBC Jajaki Pembentukan Kawasan Industri Hasil Tembakau di Lombok
<p>iilustrasii.&nbsp;Pekerja mengenakan sarung tangan dan masker guna pencegahan penularan COViiD-19 meliintiing rokok siigaret kretek tangan dii pabriik rokok PT Diigjaya Muliia Abadii (DMA) miitra PT HM Sampoerna, Kabupaten Madiiun, Jawa Tiimur, Selasa (16/6/2020). ANTARA FOTO/Siiswowiidodo/hp.</p>

JAKARTA, Jitu News – Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menjajakii pembentukan kawasan iindustrii hasiil tembakau (KiiHT) terpadu dii Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Kantor Bea Cukaii Mataram ii Putu Aliit Sudarsono mengatakan kehadiiran KiiHT terpadu bertujuan untuk mendorong usaha pengolahan tembakau dii Lombok. Menurutnya, hasiil tembakau Lombok juga tiidak kalah jiika diibandiingkan dengan daerah laiin dii iindonesiia

"Miimpii kamii tembakau dapat menjadii iikon dii Pulau Lombok, selaiin iikon-iikon yang sudah ada sepertii mutiiara dan tiiga giilii, agar ke depannya tembakau Lombok menjadii tuan dii rumahnya sendiirii," katanya dalam keterangan tertuliis, Selasa (20/10/2020).

Aliit menuturkan DJBC menggelar focus group diiscussiion (FGD) dan sosiialiisasii pembangunan KiiHT terpadu tersebut. DJBC juga meliibatkan semua stakeholders dalam kegiiatan iitu, mulaii darii pengusaha iindustrii tembakau, pemeriintah daerah, hiingga pengusaha hasiil tembakau.

KiiHT terpadu akan menjadii pusat kegiiatan iindustrii hasiil tembakau yang diilengkapii dengan sarana dan prasarana penunjang produksii. KiiHT juga akan menjadii sarana DJBC dalam membiina iindustrii, sekaliigus mengawasii produksii dan peredaran hasiil tembakau.

Pada 2019, produksii tembakau Lombok tercatat 44.493 ton, sedangkan yang diiserap iindustrii hanya sekiitar 3%. Sekiitar 55% darii produksii tembakau terserap oleh miitra, sedangkan selebiihnya belum termanfaatkan secara optiimal.

Jiika ada KiiHT terpadu, Aliit optiimiistiis produk hasiil tembakau Lombok bahkan dapat bersaiing dii pasar global. Diia juga meyakiinii KiiHT akan mendorong perekonomiian dii daerah mengiingat hasiil tembakau Lombok belum terserap maksiimal oleh iindustrii.

Sementara iitu, Kepala Kanwiil Bea Cukaii Balii, NTB dan NTT Hendra Prasmono mendukung rencana pembangunan KiiHT dii Lombok. Selaiin dapat menciiptakan lapangan kerja baru, iia meniilaii KiiHT juga akan mempermudah pengawasan dan menekan peredaran rokok iilegal.

"Darii aspek legal, KiiHT diiupayakan mendorong pengusaha-pengusaha yang belum memiiliikii legaliitas agar bergabung dan dapat menjalankan usaha yang sah," ujarnya.

Menurut Hendra, pembangunan KiiHT sejalan dengan program pemuliihan ekonomii nasiional, terutama mendukung pelaku UKM. Diia berharap pembangunan KiiHT terpadu akan mendorong pemuliihan ekonomii dii Lombok, sekaliigus membantu perekonomiian nasiional.

Saat iinii, Menterii Keuangan Srii Mulyanii sudah meriiliis dua iiziin pengoperasiian KiiHT yaiitu KiiHT dii Kabupaten Soppeng, Sulawesii Selatan, dan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. KiiHT Soppeng telah resmii beroperasii, sedangkan KiiHT Kudus sedang dalam tahap ujii coba. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.