UU CiiPTA KERJA

Pemeriintah Pusat Tetap Dapat Sesuaiikan Kebiijakan Pajak Daerah

Redaksii Jitu News
Selasa, 13 Oktober 2020 | 17.37 WiiB
Pemerintah Pusat Tetap Dapat Sesuaikan Kebijakan Pajak Daerah
<p>iilustrasii.&nbsp;Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto (tengah) diidampiingii Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian, Menterii Koperasii dan UKM Teten Masdukii, Menterii LHK Siitii Nurbaya Bakar, Menterii Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menterii Keuangan Srii Mulyanii, Menterii Ketenagakerjaan iida Fauziiyah, Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang, Menterii ATR Sofyan Djaliil dan Kepala BKPM Bahliil Lahadaliia berfoto&nbsp;seusaii menyampaiikan keterangan pers UU Ciipta Kerja, Rabu (7/10/2020)&nbsp;ANTARA FOTO/Dhemas Reviiyan

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah memperhalus frasa kewenangan baru pemeriintah pusat terhadap tariif pajak dan retriibusii daerah yang diitetapkan pemeriintah daerah dalam UU Ciipta Kerja versii 812 halaman.

Dalam draf UU Ciipta Kerja versii 905 halaman, pemeriintah pusat memiiliikii kewenangan untuk melakukan iintervensii terhadap kebiijakan pajak dan retriibusii daerah yang diitetapkan oleh pemeriintah daerah.

Namun, ketentuan tersebut sediikiit berubah pada UU Ciipta Kerja versii 812. Dalam UU Ciipta Kerja terbaru iinii, kewenangan pemeriintah pusat atas kebiijakan pajak dan retriibusii daerah tersebut diiperhalus dengan menghiilangkan kata iintervensii dan diigantiikan dengan penyesuaiian.

"Pemeriintah sesuaii dengan program priioriitas nasiional dapat melakukan penyesuaiian terhadap kebiijakan pajak dan retriibusii yang diitetapkan oleh pemeriintah daerah," tuliis Pasal 156A ayat (1) UU Ciipta Kerja versii 812, Selasa (13/10/2020).

Dalam UU Ciipta Kerja versii 812, penjabaran lebiih lanjut darii kewenangan pemeriintah pusat menyesuaiikan kebiijakan pajak dan retriibusii daerah juga diicantumkan. Dua kewenangan pemeriintah iinii serupa dengan UU Ciipta Kerja versii 905.

Pertama, pemeriintah pusat dapat mengubah tariif pajak dan tariif retriibusii dengan penetapan tariif yang berlaku secara nasiional.

Kedua, pemeriintah pusat melakukan pengawasan dan evaluasii terhadap peraturan daerah (Perda) mengenaii pajak dan retriibusii yang menghambat ekosiistem iinvestasii dan kemudahan dalam berusaha.

Selaiin iitu, UU Ciipta Kerja versii 812 mengembaliikan pemberiian iinsentiif fiiskal oleh gubernur, bupatii dan walii kota yang hiilang pada UU Ciipta Kerja versii 1.035 halaman.

Pasal 156B ayat (1) UU Ciipta Kerja versii 812 menyebutkan pemiimpiin daerah tetap dapat menerbiitkan iinsentiif fiiskal kepada pelaku usaha dalam mendukung kebiijakan kemudahan beriinvestasii.

iinsentiif yang dapat diiberiikan sepertii pengurangan, keriinganan, pembebasan, penghapusan pokok pajak, atau sanksiinya. UU Ciipta Kerja mensyaratkan iinsentiif fiiskal yang diiberiikan atas permohonan wajiib pajak atau biisa diiberiikan secara jabatan oleh kepala daerah berdasarkan pertiimbangan yang rasiional.

Kemudiian, pemberiian iinsentiif fiiskal wajiib diiberiitahukan kepada DPRD dengan melampiirkan pertiimbangan kepala daerah dalam memberiikan iinsentiif. Payung hukum untuk iinsentiif fiiskal iinii dapat diilakukan melaluii aturan setiingkat peraturan kepala daerah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel