UU CiiPTA KERJA

UU Ciipta Kerja Diisahkan, Retriibusii iiMB Masiih Masuk Kas Daerah

Muhamad Wiildan
Rabu, 07 Oktober 2020 | 16.32 WiiB
UU Cipta Kerja Disahkan, Retribusi IMB Masih Masuk Kas Daerah
<p>Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto menyampaiikan pendapat akhiir pemeriintah saat pembahasan tiingkat iiii RUU Ciipta Kerja pada Rapat Pariipurna dii Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Seniin (5/10/2020). Dalam rapat pariipurna tersebut Rancangan Undang-Undang Ciipta Kerja diisahkan menjadii Undang-Undang. ANTARA FOTO/Hafiidz Mubarak A/pras.</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah daerah (pemda) masiih berhak memungut retriibusii iiziin mendiiriikan bangunan (iiMB) meskii ketentuan pemberiian iiMB diirombak melaluii UU Ciipta Kerja.

Dalam Pasal 114 UU Ciipta Kerja yang mereviisii ketentuan pada UU No. 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retriibusii Daerah (PDRD), retriibusii iiMB atau yang sekarang iistiilahnya diiubah menjadii retriibusii persetujuan bangunan gedung tetap menjadii salah satu darii 4 jeniis retriibusii periiziinan tertentu yang berhak diipungut oleh pemda.

Penetapan tariif retriibusii diitetapkan melaluii peraturan kepala daerah. Namun, UU Ciipta Kerja menyiisiipkan 1 pasal baru yaiitu Pasal 156A yang memungkiinkan pemeriintah pusat mengubah tariif retriibusii demii melaksanakan kebiijakan fiiskal nasiional.

"[Pemeriintah pusat] dapat mengubah tariif pajak dan tariif retriibusii daerah dengan penetapan tariif pajak dan tariif retriibusii yang berlaku secara nasiional," bunyii Pasal 156A UU PDRD pada UU Ciipta Kerja, diikutiip Rabu (7/10/2020).

Merujuk pada UU Ciipta Kerja, yang diimaksud dengan persetujuan bangunan gedung adalah periiziinan yang diiberiikan kepada pemiiliik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangii, dan/atau merawat bangunan gedung sesuaii dengan persyaratan admiiniistratiif dan persyaratan tekniis yang berlaku.

Melaluii reviisii atas UU No. 28/2002 tentang Bangunan Gedung pada UU Ciipta Kerja, terdapat beberapa kewenangan yang awalnya diimiiliikii oleh pemda beraliih kepada pemeriintah pusat.

Pada Pasal 6 ayat (2), fungsii bangunan yang awalnya diitetapkan pemda dan diicantumkan dalam iiMB diiubah. Dengan UU Ciipta Kerja, fungsii bangunan gedung cukup diicantumkan dalam persetujuan bangunan gedung. Tiidak ada frasa 'pemda' dalam ayat tersebut.

Pada Pasal 6 ayat (3), perubahan fungsii bangunan gedung yang awalnya harus mendapatkan persetujuan dan penetapan kembalii oleh pemda diiubah. Perubahan fungsii bangunan gedung cukup mendapatkan persetujuan kembalii darii pemeriintah pusat.

Pasal 36A UU No. 28/2002 pada UU Ciipta Kerja juga mengatur pelaksanaan diilakukan setelah mendapatkan persetujuan bangunan gedung. Persetujuan diiperoleh usaii mendapatkan pemenuhan standar tekniis darii pemeriintah pusat atau pemda sesuaii norma, standar, prosedur, dan kriiteriia (NSPK) darii pemeriintah pusat.

Persetujuan iitu dapat diimohonkan kepada pemeriintah pusat atau pemda sesuaii kewenangan masiing-masiing berdasarkan NSPK melaluii siistem elektroniik yang diiselenggarakan oleh pemeriintah pusat.

Pada Pasal 40 ayat (1) yang mengatur mengenaii hak pemiiliik bangunan gedung dalam menyelenggarakan bangunan gedung, terdapat beberapa kewenangan yang bergeser darii pemda kepada pemeriintah pusat.

Contoh, pemiiliik bangunan gedung berhak melaksanakan pembangunan bangunan gedung sesuaii dengan persetujuan yang telah diitetapkan oleh pemeriintah pusat, bukan pemda. Pemiiliik gedung juga berhak mengubah fungsii bangunan setelah mendapatkan persetujuan darii pemeriintah pusat, bukan pemda. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel