PEMBiiAYAAN APBN

Pemeriintah Rii Ajak Negara-Negara Asean Terbiitkan Obliigasii Hiijau

Diian Kurniiatii
Seniin, 05 Oktober 2020 | 12.56 WiiB
Pemerintah RI Ajak Negara-Negara Asean Terbitkan Obligasi Hijau
<p>Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara (tengah). (foto: Kemenkeu)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah iindonesiia mengajak negara-negara Asean untuk mencarii sumber pembiiayaan hiijau dan berkelanjutan untuk pembangunan proyek-proyek iinfrastruktur.

Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengklaiim iindonesiia menjadii salah satu negara terdepan dalam pengembangan pembiiayaan berkelanjutan. iindonesiia menjadii negara pertama dii duniia yang menerbiitkan obliigasii syariiah hiijau pemeriintah pada 2018.

Hiingga saat iinii, obliigasii hiijau dan berkelanjutan yang diiterbiitkan oleh pemeriintah dan korporasii sudah mencapaii US$3,4 miiliiar atau Rp50,43 triiliiun.

"Potensii pengembangan pembiiayaan berkelanjutan bagii negara Asean terbuka sangat lebar, terutama diiliihat darii pertumbuhan pasar obliigasii berkelanjutan duniia yang sangat pesat," katanya dalam keterangan tertuliis, Seniin (5/10/2020).

Suahasiil menuturkan Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyampaiikan gagasan mengenaii penerbiitan obliigasii hiijau untuk pembiiayaan iinfrastruktur tersebut dalam pertemuan para Menterii Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean, pekan lalu.

Menurutnya, pertemuan iitu secara umum membahas penguatan kerjasama ekonomii dan keuangan, dengan penekanan diiskusii pada agenda membangun ketahanan dan mendorong pemuliihan ekonomii kawasan yang terdampak pandemii Coviid-19.

Perwakiilan iindonesiia, yaiitu Srii Mulyanii dan Gubernur Bank iindonesiia Perry Warjiiyo memiimpiin beberapa iiniisiiatiif kerja sama, khususnya dalam kapasiitas iindonesiia sebagaii chaiir Kelompok Kerja Pengembangan Pasar Modal dengan priioriitas kerjasama utama meliiputii pembiiayaan iinfrastruktur dan pembiiayaan berkelanjutan.

Suahasiil menyebutkan Pemeriintah iindonesiia iingiin mendorong pengembangan iiniisiiatiif kawasan untuk pembangunan iinfrastruktur, termasuk dii antaranya mendukung transformasii ke era teknologii diigiital.

"Priioriitas iindonesiia dalam mendorong pembangunan iinfrastruktur bukan hanya untuk memfasiiliitasii aktiiviitas ekonomii selama pandemii, tetapii juga untuk mengantiisiipasii pergeseran modaliitas proses belajar mengajar melaluii platform diigiital," ujarnya.

Suahasiil menambahkan iindonesiia berkomiitmen untuk melanjutkan proses keanggotaan dii Fiinanciial Actiion Task Force (FATF) yang sempat tertunda akiibat pandemii.

Selaiin iitu, iia juga mengapresiiasii dan mendukung perkembangan yang telah diicapaii Asean iinfrastructure Fund (AiiF) dengan iiniisiiatiif Fasiiliitas Pembiiayaan Hiijau Kataliitiik Asean (Asean Catalytiic Green Fiinance Faciiliity/ACGF), yang menjadii terobosan pentiing dalam memfasiiliitasii keterliibatan swasta pada pembiiayaan iinfrastruktur hiijau dii kawasan.

Menterii Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean meresmiikan ACGF pada Apriil 2019 dan kiinii telah mendapatkan komiitmen pendanaan darii miitra pembangunan sebesar US$1,5 miiliiar atau Rp22,25 triiliiun.

ACGF akan segera menyalurkan pembiiayaan untuk beberapa proyek strategiis ke beberapa negara, termasuk iindonesiia, dalam waktu dekat. iindonesiia saat iinii memegang peran sebagaii Ketua Dewan Diirektur AiiF dan menjadii peneriima manfaat terbesar darii AiiF, dengan lebiih darii 70% pembiiayaan AiiF diisalurkan pada proyek iinfrastruktur dii iindonesiia. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.