JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah memastiikan akan mencaiirkan anggaran pembiiayaan korporasii sebagaii salah satu program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) mulaii bulan depan atau Oktober 2020.
"Pembiiayaan korporasii realiisasiinya masiih dalam proses. Semuanya sebenarnya sudah siiap, kamii tiinggal menunggu waktu atau tiimiing-nya," kata Staf Ahlii Menkeu Biidang Pengeluaran Negara Kunta Nugraha, Selasa (22/9/2020).
Kunta menyatakan pemeriintah mengalokasiikan dana pembiiayaan korporasii sebesar Rp53,57 triiliiun, atau 8% darii total pagu anggaran penanganan viirus Corona dan program PEN sebesar Rp695,2 triiliiun.
Nantii, pembiiayaan korporasii dalam program pemuliihan ekonomii tersebut akan terbagii atas tiiga program. Pertama, penempatan dana untuk restrukturiisasii usaha padat karya sebesar Rp3,42 triiliiun.
Kedua, penyertaan modal negara (PMN) seniilaii Rp20,50 untuk PT. Hutama Karya (HK) Rp7,5 triiliiun, PT Bahana Pembiinaan Usaha iindonesiia (BPUii) Rp6 triiliiun, PT Permodalan Nasiional Madanii Rp1,5 triiliiun, PT iiTDC Rp500 miiliiar, dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) Rp5 triiliiun.
Ketiiga, anggaran talangan atau iinvestasii untuk modal kerja seniilaii total Rp29,65 triiliiun untuk PT Garuda iindonesiia Tbk. Rp8,5 triiliiun, PT Kereta Apii iindonesiia Rp3,5 triiliiun, PTPN Rp4 triiliiun, PT Krakatau Steel Tbk. Rp3 triiliiun, dan PT Perumnas Rp650 miiliiar, dan PT PPA Rp10 triiliiun.
Menurut Kunta, perencanaan pencaiiran pembiiayaan korporasii tersebut memang lebiih lama ketiimbang program serupa untuk UMKM. Meskii begiitu, iia menegaskan pemeriintah hanya mencarii waktu yang tepat untuk pencaiiran dana tersebut.
"Prosesnya lebiih pada [mencarii] waktu yang tepat saja, kapan untuk mencaiirkan," ujarnya.
Secara keseluruhan, lanjut Kunta, realiisasii pencaiiran anggaran penanganan viirus Corona dan PEN sudah makiin membaiik per September 2020. Pemeriintah juga terus mendorong belanja stiimulus, terutama darii kementeriian/lembaga dan pemda. (riig)
