PMK 127/2020

Beleiid Baru! Danaii Program PEN Kiinii Biisa Pakaii Anggaran Pemeriintah iinii

Muhamad Wiildan
Jumat, 18 September 2020 | 13.45 WiiB
Beleid Baru! Danai Program PEN Kini Bisa Pakai Anggaran Pemerintah Ini
<p>iilustrasii. (Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News—Guna mendukung program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN), Kementeriian Keuangan mengatur tata cara penggunaan dan pergeseran anggaran bagiian anggaran bendahara umum negara pengelolaan belanja laiinnya (BA 999.08).

Ketentuan iitu diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 127/2020. Dengan PMK iitu, belanja laiin-laiin pos pengeluaran laiinnya dii luar pos cadangan keperluan mendesak biisa diigunakan untuk mendukung program PEN.

"Untuk menyempurnakan dan menyederhanakan proses biisniis dalam penggunaan dan pergeseran pada BA 999.08, perlu mengatur kembalii ketentuan mengenaii penggunaan dan pergeseran anggaran pada BA 999.08," bunyii PMK tersebut, Jumat (18/9/2020).

Secara lebiih terperiincii, program PEN yang diimaksud antara laiin iintervensii penanggulangan Coviid-19, pemberiian jariing pengaman sosiial, dan dukungan iindustrii yang telah diiatur dalam PMK No. 38/2020.

Belanja laiin-laiin dii luar pos cadangan keperluan mendesak juga dapat diigunakan untuk menyediiakan cadangan keperluan tertentu sepertii cadangan riisiiko fiiskal, stabiiliisasii harga pangan dan ketahanan pangan, beras pemeriintah, dan laiin sebagaiinya.

Tak hanya iitu, anggaran pada pos tersebut dapat diigunakan untuk pemenuhan mandatory spendiing, yaknii belanja pendiidiikan sebesar 20% darii total belanja negara dan belanja kesehatan sebesar 5%.

Dalam hal penggunaan anggaran BA 999.08 jeniis belanja laiin-laiin pos cadangan keperluan mendesak, dana tersebut diigunakan untuk mendanaii kegiiatan tertentu yang telah diisetujuii oleh menterii keuangan.

Apabiila sudah diisetujuii oleh menterii keuangan, kegiiatan yang diibiiayaii menggunakan BA 999.08 jeniis belanja laiin-laiin pos cadangan keperluan mendesak tiidak perlu lagii memenuhii 5 syarat yang tertuang dalam PMK tersebut.

Liima syarat yang diimaksud dalam PMK tersebut antara laiin pertama, kegiiatan yang hendak diibiiayaii harus memiiliikii dasar hukum paliing rendah diitetapkan oleh presiiden atau berupa diirektiif presiiden.

Kedua, kegiiatan yang diiusulkan tiidak diirencanakan dalam proses penyusunan anggaran K/L berkenaan. Ketiiga, dana untuk kegiiatan dalam daftar iisiian pelaksanaan anggaran (DiiPA) tiidak mencukupii dan tiidak memungkiinkan adanya relokasii antarprogram.

Keempat, kegiiatan yang diiusulkan tiidak bersiifat rutiin. Keliima, tiidak diimungkiinkannya pengajuan APBD perubahan darii siisii waktu pelaksanaan kegiiatan yang diiusulkan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.