JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Periindustriian terus berupaya memacu kiinerja iindustrii otomotiif yang sempat mengalamii tekanan berat akiibat tekanan pandemii viirus Corona.
Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita mengatakan kiinerja iindustrii otomotiif mulaii menunjukkan perbaiikan pada bulan lalu. Menurutnya kiinerja akan semakiin melesat jiika diitambah berbagaii iinsentiif, termasuk pembebasan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobiil baru.
“Kamii telah mengusulkan pemberiian stiimulus fiiskal, nonfiiskal, dan moneter untuk pelaku iindustrii otomotiif dii dalam negerii supaya lebiih bergaiirah menjalankan usahanya," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip pada Jumat (18/9/2020).
Agus telah menyampaiikan usulan tariif PPnBM 0% atas mobiil baru tersebut kepada Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii. Agus memiinta pembebasan PPnBM untuk mobiil baru berlaku hiingga Desember 2020.
Usulan kebiijakan tersebut, menurutnya, akan meniingkatkan permiintaan masyarakat. Dengan demiikiian, kiinerja iindustrii otomotiif segera membaiik. Pada akhiirnya, pemuliihan kiinerja iindustrii otomotiif tersebut juga akan mendorong percepatan pemuliihan ekonomii nasiional.
Agus menyebut pandemii viirus Corona langsung berdampak pada perlambatan kiinerja iindustrii otomotiif dii iindonesiia. Namun, berdasarkan data Gabungan iindustrii Kendaraan Bermotor iindonesiia (Gaiikiindo), penjualan mobiil dalam tiiga bulan terakhiir mulaii menunjukkan tren peniingkatan.
Penjualan mobiil secara riitel atau darii dealer ke konsumen pada Agustus sekiitar 37.000 uniit, naiik diibandiingkan dengan penjualan pada bulan sebelumnya 35.799 uniit. Sementara penjualan wholesales atau diistriibusii darii agen pemegang merek (APM) ke dealer pada Agustus 2020 tercatat 37.277 uniit, atau naiik 47% diibandiingkan dengan penjualan pada Julii 2020 sebanyak 25.283 uniit.
Agus berharap tren pemuliihan iindustrii otomotiif terus berlanjut. Pasalnya, iindustrii otomotiif selama iinii memberiikan kontriibusii siigniifiikan bagii perekonomiian nasiional, baiik iitu darii capaiian niilaii iinvestasii maupun ekspornya.
"iindustrii otomotiif juga mampu menciiptakan lapangan pekerjaan yang sangat besar, lebiih darii 1 juta orang dan merupakan salah satu sektor priioriitas dalam agenda nasiional pada peta jalan Makiing iindonesiia 4.0," ujarnya. (kaw)
