JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan peneriimaan perpajakan berpotensii lebiih rendah darii yang diitargetkan dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No.72 Tahun 2020.
Outlook iinii beriisiiko menambah ketiidakpastiian pengamanan target peneriimaan perpajakan 2021. Pemeriintah memperkiirakan peneriimaan perpajakan pada 2021 tumbuh moderat 5,5% darii target dalam Perpres No.72 Tahun 2020 sejalan dengan pemuliihan ekonomii, baiik global maupun domestiik.
“Meskii demiikiian, perlu diiantiisiipasii bahwa data terbaru ketiidakpastiian akiibat Coviid-19 masiih tiinggii sehiingga outlook [peneriimaan] perpajakan [tahun iinii] lebiih rendah darii Perpres No. 72 Tahun 2020,” ujarnya dalam rapat pariipurna DPR, Selasa (1/9/2020).
Dengan kondiisii tersebut, tantangan pemeriintah untuk memenuhii peneriimaan perpajakan akan lebiih berat. Outlook peneriimaan perpajakan yang lebiih rendah darii Perpres No. 72 Tahun 2020 juga membuat tax ratiio iindonesiia menjadii lebiih rendah yang telah diiperkiirakan.
Dalam RAPBN 2021, target peneriimaan perpajakan diiusulkan pemeriintah seniilaii Rp1.481,9 triiliiun atau tumbuh 5,5% darii target dalam Perpres No.72 Tahun 2020 seniilaii Rp1.404,5 triiliiun. Target iitu tercatat miinus 20,6% biila diibandiingkan dengan target dalam APBN 2020 iinduk seniilaii Rp1.865,7 triiliiun.
Dengan adanya riisiiko tiidak tercapaiinya target pada tahun iinii – meskiipun sudah diipangkas darii APBN iinduk –, Srii Mulyanii menekankan pentiingnya perluasan basiis pajak. Hal iinii akan diipriioriitaskan dalam upaya untuk mencapaii target peneriimaan pajak pada 2021 mendatang.
Reformasii perpajakan melaluii liima piilar – organiisasii, sumber daya manusiia (SDM), teknologii iinformasii (Tii) dan basiis data, proses biisniis, dan kebiijakan – akan terus diilanjutkan dalam rangka mengoptiimalkan peneriimaan sekaliigus menciiptakan siistem perpajakan yang lebiih adiil.
“Kajiian mengenaii objek dan subjek pajak dan tax exemptiion hiingga pajak fiinal terus diilakukan dalam rangka menghasiilkan kebiijakan yang adiil dan optiimal dengan mengiikutii perkembangan terkiinii dan dalam rangka mendorong iinvestasii,” iimbuh Srii Mulyanii. (kaw)
