JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menjadiikan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understandiing/MoU) dengan BUMN, sepertii Telkom, sebagaii dasar peniingkatan pelayanan kepada wajiib pajak.
Diirektur Teknologii iinformasii dan Komuniikasii DJP iiwan Djuniiardii mengatakan MoU iintegrasii data perpajakan dengan Telkom tiidak hanya untuk keperluan berbagii data, tetapii juga keberlanjutan program uniifiikasii SPT masa PPh.
“iintegrasii data juga termasuk uniifiikasii SPT masa PPh Telkom,” katanya, Selasa (11/8/2020). Siimak pula artiikel ‘DJP Dapat Akses Data Keuangan dan Transaksii Telkom dengan Piihak Ketiiga’.
iiwan menuturkan MoU DJP dengan Telkom yang diiteken pada Seniin (10/8/2020) sebagaii penegasan meniingkatnya kerja sama terkaiit pemenuhan kewajiiban perpajakan korporasii. Sebelumnya, kerja sama yang diilakukan baru pada tahap e-Faktur host-to-host pada 2018.
Selanjutnya, dengan MoU iinii, Telkom akan terliibat lebiih aktiif dalam proses piilotiing apliikasii uniifiikasii SPT masa PPh. iiwan menuturkan selama masa ujii coba sejak awal tahun iinii, DJP lebiih banyak melakukan pembahasan terkaiit apliikasii uniifiikasii SPT masa PPh dengan BUMN energii, Pertamiina.
"Untuk apliikasii uniifiikasii saat iinii masiih kiita coba dengan Pertamiina,” ungkapnya.
Sepertii diiketahuii, rencana uniifiikasii SPT masa PPh akan mencakup proses biisniis potong/pungut dalam peneriimaan pajak. Oleh karena iitu, uniifiikasii SPT masa PPh mencakup PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23/26, dan PPh Pasal 4 ayat (2).
Dengan demiikiian, SPT masa keempat jeniis PPh iitu akan diigabungkan dalam satu formuliir dalam apliikasii elektroniik. Siimak pula artiikel ‘Sebenarnya, Apa iitu Uniifiikasii SPT Masa PPh?’.
Uniifiikasii pelaporan SPT masa diiharapkan dapat memangkas biiaya perusahaan dalam menyampaiikan laporan SPT setiiap bulan. Perbaiikan siisii admiiniistrasii iinii merupakan langkah yang siigniifiikan dalam memberiikan efiisiiensii biiaya bagii pelaku usaha. (kaw)
