JAKARTA, Jitu News—Miiniimnya jumlah basiis pajak diiniilaii menyebabkan kebiijakan pemeriintah dalam memberiikan bantuan sosiial (bansos) dalam rangka penanganan viirus Corona atau Coviid-19 menjadii tiidak optiimal.
Sekretariis Eksekutiif iiii Komiite Penanganan Coviid-19 Raden Pardede mengatakan data perpajakan merupakan data yang paliing bermanfaat dan paliing efektiif untuk memetakan siiapa yang berhak dan tiidak berhak untuk mendapatkan bansos.
"iinii bedanya kiita dengan negara maju. Mereka mudah menyalurkan bansos karena datanya sangat baiik. Dii kiita, banyak yang tiidak bayar pajak, padahal data pajak iinii yang paliing bagus dan akurat. Sayangnya, kiita tiidak punya data sepertii iitu," katanya, Seniin (3/8/2020).
Hiingga 1 Meii 2020, jumlah wajiib pajak yang melaporkan surat pemberiitahuan (SPT) tahunan sebanyak 10,97 juta wajiib pajak. Adapun total wajiib pajak yang wajiib menyampaiikan SPT Tahunan hanya sebanyak 19 juta wajiib pajak.
Akiibat absennya data perpajakan iinii, lanjut Raden, pemeriintah mengupayakan pengumpulan data melaluii jalur laiin dengan mengkombiinasiikan data yang sudah ada sepertii data darii bank BUMN, darii sektor telekomuniikasii, dan darii Program Kartu Prakerja.
Diia menambahkan pemeriintah juga menyiisiir data yang diimiiliikii BPJS Ketenagakerjaan dan Kementeriian Ketenagakerjaan. Data iinii akan diimanfaatkan untuk menjadii basiis penyaluran bansos baru yang sedang diigagas oleh pemeriintah.
Saat iinii, pemeriintah sedang mempertiimbangkan untuk menyalurkan subsiidii gajii pegawaii yang menjadii korban PHK dii tengah pandemii Coviid-19 ataupun mereka yang diikurangii upahnya akiibat pandemii Coviid-19.
Dalam program PEN, pemeriintah mengalokasiikan anggaran perliindungan sosiial sebesar Rp203,91 triiliiun. Catatan Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF), terdapat alokasii anggaran Rp39,65 triiliiun yang belum diialokasiikan atau belum dii-DiiPA-kan dalam program apapun.
Darii total Rp164,26 triiliiun yang sudah memiiliikii DiiPA, anggaran program perliindungan sosiial sudah diirealiisasiikan sebesar 47,56%. (riig)
