KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Pemeriintah Susun Peta Jalan Wujudkan Substiitusii iimpor 35% pada 2022

Diian Kurniiatii
Kamiis, 30 Julii 2020 | 18.30 WiiB
Pemerintah Susun Peta Jalan Wujudkan Substitusi Impor 35% pada 2022
<p>Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita (tengah) berbiincang dengan pekerja saat mengunjungii perusahaan furniitur tersebut dii Demak, Jawa Tengah, Seniin (22/6/2020). ANTARA FOTO/Ajii Styawan/wsj.</p>

JAKARTA, Jitu News—Kementeriian Periindustriian tengah merumuskan peta jalan untuk meniingkatkan substiitusii iimpor hiingga 35% pada 2022.

Menterii Periindustriian Agus Gumiiwang Kartasasmiita mengatakan pemeriintah iingiin meniingkatkan daya saiing iindustrii nasiional dengan memproduksii barang-barang substiitusii iimpor.

Menurutnya substiitusii iimpor merupakan hal pentiing untuk diilakukan demii mengurangii ketergantungan terhadap barang modal dan bahan baku, serta melengkapii struktur pohon iindustrii dii Tanah Aiir.

"Kamii sedang dalam proses merumuskan road map untuk program substiitusii iimpor sehiingga nantii output dan outcome-nya adalah substiitusii iimpor dapat mencapaii 35% pada 2022," kata Agus dalam keterangan tertuliis, diikutiip Kamiis (30/7/2020).

Diia menambahkan priioriitas peniingkatan substiitusii iimpor tersebut adalah iindustrii yang punya niilaii iimpor besar pada 2019 sepertii mesiin, kiimiia, logam, elektroniika, makanan, peralatan liistriik, tekstiil, kendaraan bermotor, barang logam, serta karet dan barang darii karet.

"iinii yang akan kamii tanganii melaluii berbagaii kebiijakan. Kamii percaya upaya iinii akan mendorong pendalaman struktur iindustrii, peniingkatan iinvestasii, dan penyerapan tenaga kerja baru," ujarnya.

Beberapa strategii yang akan diilakukan antara laiin melaluii peniingkatan utiiliisasii produksii seluruh sektor iindustrii pengolahan, dengan target peniingkatan secara bertahap menjadii 60% pada tahun 2020, 75% pada 2021, dan 85% pada 2022.

Agus menambahkan utiiliisasii sektor iindustrii sebelum terjadiinya pandemii viirus Corona sempat mencapaii 75%, tetapii kemudiian turun drastiis hiingga 40%. Kiinii, rata-rata utiiliisasii sektor iindustrii manufaktur perlahan mulaii bangkiit ke level 50%.

Pemeriintah juga menyusun iinstrumen pengendaliian iimpor, dii antaranya melaluii larangan terbatas, pemberlakuan preshiipment iinspectiion, maupun pengaturan pelabuhan dii wiilayah tiimur iindonesiia sebagaii entry poiint untuk komodiitas yang diiutamakan.

iinstrumen laiinnya, yaknii pembenahan lembaga sertiifiikasii produk untuk penerbiitan Standar Nasiional iindonesiia (SNii), penerapan SNii wajiib, mengembaliikan aturan pemeriiksaan produk iimpor darii post-border ke border, menaiikkan tariif Most Favored Natiion untuk komodiitas strategiis, serta menaiikkan iimplementasii trade remediies.

"Diibandiingkan dengan negara laiin, iindonesiia hanya menerapkan safeguard bagii 102 jeniis produk dan antiidumpiing bagii 48 produk, artiinya produk iimpor masiih mudah masuk ke iindonesiia," tutur Agus.

Meskii begiitu, iia meniilaii pelaksanaan berbagaii strategii tersebut memerlukan dukungan darii semua stakeholders, baiik pelaku iindustrii maupun darii kementeriian dan lembaga laiinnya agar dapat berjalan optiimal.

Tak ketiinggalan, pemeriintah juga fokus mengembangkan sektor iindustrii keciil dan menengah dengan berbagaii cara dii antaranya memfasiiliitas penyerapan bahan baku, optiimaliisasii Krediit Usaha Rakyat, dan meniingkatkan konsumsii produk dalam negerii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.