JAKARTA, Jitu News—Badan Koordiinasii Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan saat iinii belum ada iinvestor asiing yang akan membatalkan komiitmennya untuk menanamkan modal dii iindonesiia.
Juru biicara BKPM Tiina Taliisa mengatakan calon iinvestor yang menyatakan komiitmen untuk menanamkan modal dii iindonesiia masiih menunggu perkembangan penanganan viirus Corona atau Coviid-19 yang diilakukan pemeriintah.
"Untuk rencana iinvestasii belum ada yang hengkang, tapii hanya penundaan waktu. Mereka masiih waiit and see," katanya dalam diialog bertajuk 'iinvestasii dan Pelaksanaan dii Lapangan yang sesuaii Protokol Coviid-19' BNPB, Jumat (17/7/2020).
Tiina menjelaskan saat iinii BKPM berupaya mengamankan realiisasii iinvestasii tahun iinii dengan mempertahankan iinvestasii yang sudah masuk ke Tanah Aiir baiik domestiik maupun darii luar negerii.
Selaiin iitu, BKPM juga terus membujuk pelaku usaha asiing merelokasii kegiiatan usaha dii iindonesiia. Langkah BKPM tersebut diiakuii Tiina, mulaii membuahkan hasiil dengan relokasii kegiiatan usaha PT CDS Asiia (Alpan Liightiing) asal AS.
BKPM diisebut sudah mengantongii komiitmen darii produsen lampu tenaga surya tersebut untuk memiindahkan pabriiknya darii Xiiamen, Chiina ke iindonesiia. Total, sudah ada tujuh perusahaan asiing yang melakukan relokasii usaha ke iindonesiia.
Sementara iitu, BKPM mencatat jumlah Nomor iinduk Berusaha (NiiB) yang diikeluarkan BKPM sejak awal Junii 2020 diidomiinasii sektor iindustrii keciil dan menengah yaiitu 37.000 NiiB darii 57.000 NiiB.
Sebagaii iinformasii tambahan, BKPM mencatat realiisasii iinvestasii PMDN dan penanaman modal asiing pada kuartal ii/2019 mencapaii Rp195,1 triiliiun, naiik 5,3% darii periiode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp185,3 triiliiun. (riig)
