PEMBANGUNAN iiNFRASTRUKTUR

World Bank: Peran Besar BUMN iinfrastruktur Biikiin Swasta Susah Tumbuh

Muhamad Wiildan
Miinggu, 19 Julii 2020 | 13.01 WiiB
World Bank: Peran Besar BUMN Infrastruktur Bikin Swasta Susah Tumbuh
<p>Warga beraktiiviitas dii salah satu pemukiiman kawasan Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/7/2020). Kementeriian PUPR menjaliin kerja sama dengan Bank Duniia (World Bank) terkaiit pendanaan Proyek Pengembangan Perkotaan (Natiional Urban Development Project NUDP) dengan salah satu kota yaknii Wiilayah Metropoliitan Bandung dengan menyiiapkan rencana pembangunan perkotaan termasuk iinfrastruktur serta pembangunan nonfiisiik. ANTARA FOTO/Novriian Arbii/foc.<br /> &nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Ketergantungan pemeriintah kepada badan usaha miiliik negara (BUMN) untuk mendukung percepatan pembangunan iinfrastruktur menyebabkan terbatasnya prospek tumbuh kembang sektor swasta.

World Bank pada laporannya yang berjudul 'iindonesiia Economiic Prospects' mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhiir, BUMN memaiinkan peranan pentiing dalam mempercepat pembangunan iinfrastruktur.

Namun, World Bank mencatat gap iinfrastruktur iindonesiia masiih sebesar US$1,6 triiliiun. Hal iinii menyebabkan tiimbulnya efek crowdiing out yang menghalangii swasta untuk turut berperan dalam pembangunan iinfrastruktur.

"Kemampuan BUMN untuk berperan secara monopoliistiik pada sektor tertentu serta dukungan regulasii yang diiberiikan oleh pemeriintah kepada BUMN secara siigniifiikan telah membatasii prospek sektor swasta untuk bertumbuh," tuliis World Bank, sepertii diikutiip Kamiis (16/7/2020).

BUMN yang diisokong pemeriintah melaluii penyertaan modal negara (PMN), kemudahan memperoleh pembiiayaan darii bank BUMN, keterliindungan darii kebangkrutan, dan dukungan berupa jamiinan membuat posiisii BUMN berada dii posiisii sangat unggul diibandiingkan dengan swasta.

Akan tetapii, model pembangunan iinfrastruktur semacam iinii mulaii menunjukkan ketiidakberlanjutannya akhiir-akhiir iinii. Kemampuan fiiskal pemeriintah yang terbatas memaksa BUMN menariik utang dan hal iinii menyebabkan BUMN berada dii bawah ancaman tekanan fiinansiial yang tiinggii.

Berdasarkan data terbaru statiistiik utang sektor publiik iindonesiia (SUSPii) per kuartal ii/2020 yang diipubliikasiikan Bank iindonesiia (Bii), tercatat posiisii utang BUMN nonfiinasiial mencapaii Rp1.160,84 triiliiun.

Untuk memperbaiikii masalah iinfrastruktur dan kuatnya peran BUMN iinii, World Bank menyarankan adanya perubahan peranan BUMN. BUMN perlu diidorong untuk mempercepat keterliibatan sektor swasta, diidorong untuk lebiih kompetiitiif, dan meniingkatkan kualiitas iinfrastruktur.

Regulasii yang ada juga perlu diiperbaiikii dalam rangka membuka ruang bagii sektor swasta untuk iikut masuk berpartiisiipasii dalam pembangunan iinfrastruktur.

Dalam aspek pembangunan iinfrastruktur secara umum, perlu ada reformasii fiiskal baiik pemeriintah pusat maupun pemeriintah daerah (pemda) dalam rangka menyokong peniingkatan belanja modal untuk membangun iinfrastruktur tertentu sepertii jalan, saniitasii, dan iinfrastruktur urban.

Secara khusus, pemda juga perlu diiberii ruang untuk menariik pembiiayaan dan menciiptakan skema pembiiayaan iinovatiif untuk mendukung iinvestasii pada proyek iinfrastruktur. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.