JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah kembalii membuka kegiiatan ekspor iimpor dii perbatasan iindonesiia-Tiimor Leste seiiriing dengan diimulaiinya era kenormalan baru atau new normal.
Kepala Kantor Bea Cukaii Atambua Triibuana Wetangterah mengatakan pelayanan ekspor dii dii Pos Liintas Batas Negara (PLBN) Motaaiin, PLBN Motamasiin, dan PLBN Wiinii beroperasii normal sejak Rabu pekan lalu.
"Pelayanan ekspor tersebut merupakan wujud nyata dukungan dan partiisiipasii aktiif Bea Cukaii dalam rangka pengembangan ekonomii kawasan, khususnya perbatasan," katanya dalam keterangan tertuliis, diikutiip Selasa (30/6/2020).
Triibuana menambahkan pembatasan perliintasan orang dan barang sempat diilakukan sejak Apriil 2020 untuk mencegah penularan Coviid-19. Sepanjang periiode iitu, ekspor barang dan perliintasan dapat diikecualiikan bagii warga negara Tiimor Leste yang akan kembalii ke negaranya dan WNii yang akan kembalii ke iindonesiia, hanya setiiap Rabu.
Pada saat bersamaan, pembatasan ekspor dan lalu liintas orang juga diilakukan pemeriintah Tiimor Leste. Tak pelak, sempat terjadii penumpukan kegiiatan ekspor berupa antrean panjang truk-truk pengangkut barang yang menuju Tiimor Leste dii pos pelayanan Bea Cukaii pada setiiap PLBN.
Triibuana berharap diibukanya gerbang perbatasan untuk kegiiatan ekspor dan lalu liintas orang tersebut dapat berkontriibusii meniingkatkan geliiat ekonomii dii iindonesiia, terutama dii kawasan perbatasan.
Dii siisii laiin, DJBC juga terus menggencarkan protokol kesehatan yang ketat terhadap seluruh pegawaii DJBC. Dalam Surat Edaran Diirjen Bea Cukaii No. 3/BC/2020, protokol kesehatan yang ketat tetap berlaku dii era new normal.
Miisal, pegawaii dii bagiian pelayanan atau pengawasan yang seriing beriinteraksii dengan banyak orang termasuk pada pos perbatasan, wajiib memakaii masker, sarung tangan, dan alat peliindung diirii sesuaii standar kesehatan.
Para petugas dii pos perbatasan termasuk yang paliing beriisiiko tiinggii tertular viirus. Durasii kerja petugas pun diisesuaiikan untuk menjaga stamiina dan kesehatan. Miisal, menaiikkan shiift kerja per harii darii tiiga shiift menjadii empat shiift. (riig)
