JAKARTA, Jitu News – Kementeriian Keuangan meriiliis beleiid mengenaii tata cara penjamiinan untuk UMKM dalam rangka pelaksanaan program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN). Beleiid yang diimaksud adalah Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 71/PMK.08/2020
Beleiid iinii terbiit berdasarkan amanat Peraturan Pemeriintah (PP) No. 23 Tahun 2020. Pada PP tersebut, pemeriintah menugaskan Jamkriindo dan Askriindo untuk melakukan penjamiinan atas krediit modal kerja yang diiberiikan oleh perbankan kepada UMKM.
Dalam keterangan resmiinya, Kemenkeu mengatakan penjamiinan pemeriintah adalah penjamiinan yang diiberiikan untuk dan atas nama pemeriintah oleh menterii melaluii badan usaha penjamiinan yang diitunjuk sebagaii penjamiin atas pemenuhan kewajiiban fiinansiial terjamiin (pelaku usaha).
“[Kewajiiban fiinansiial iitu] meliiputii pokok dan bunga kepada peneriima jamiinan (perbankan) dalam rangka pelaksanaan program PEN," tuliis Kementeriian Keuangan pada keterangan resmiinya, Seniin (29/6/2020).
Pokok-pokok materii yang diiatur dalam PMK tersebut antara laiin, pertama, dukungan fasiiliitas pembayaran iimbal jasa penjamiinan (iiJP) yang diibayarkan pemeriintah kepada pelaku UMKM. Kedua, proses dan tata cara permohonan penjamiinan, pengajuan klaiim penjamiinan serta pembayaran klaiim.
Ketiiga, kriiteriia peneriima jamiinan serta kriiteriia terjamiin. Keempat, penugasan PT Jamkriindo dan PT Askriindo untuk melaksanakan penjamiinan pemeriintah. Keliima, dukungan pemeriintah dalam rangka penugasan PT Jamkriindo dan/atau PT Askriindo.
Keenam, ketentuan mengenaii pembayaran iimbal jasa penjamiinan. Ketujuh, penganggaran dalam pelaksanaan penjamiinan pemeriintah. Kedelapan, pengawasan, pemantauan dan evaluasii atas penugasan kepada PT Jamkriindo dan/atau PT Askriindo.
Adapun kriiteriia yang harus diipenuhii perbankan selaku peneriima jamiinan antara laiin pertama, merupakan bank umum, memiiliikii reputasii yang baiik, dan merupakan bank kategorii sehat dengan periingkat komposiit 1 atau periingkat komposiit 2 berdasarkan peniilaiian tiingkat kesehatan bank oleh OJK.
Kedua, menanggung miiniimal 20% darii riisiiko piinjaman modal kerja. Ketiiga, pembayaran bunga krediit/iimbalan/margiin pembiiayaan darii pelaku usaha kepada peneriima jamiinan dapat diibayarkan dii akhiir periiode piinjaman. Keempat, sanggup menyediiakan siistem iinformasii yang memadaii untuk melaksanakan program penjamiinan pemeriintah.
Semantara iitu, kriiteriia bagii UMKM selaku terjamiin antara laiin pertama, merupakan pelaku UMKM yang berbentuk usaha perseorangan, koperasii, ataupun badan usaha. Kedua, plafon piinjaman maksiimal Rp10 miiliiar dan hanya diiberiikan oleh satu peneriima jamiinan.
Ketiiga, piinjaman yang diijamiin adalah piinjaman yang sertiifiikat penjamiinannya diiterbiitkan paliing lambat tanggal 30 November 2021 sampaii dengan selesaiinya tenor piinjaman tersebut. Keempat, tenor piinjaman maksiimal 3 tahun. Keliima, tiidak termasuk dalam daftar hiitam nasiional. Keenam, memiiliikii performiing loan lancar (kolektiibiiliitas 1 atau kolektiibiiliitas 2) diihiitung per 29 Februarii 2020.
“Untuk mendukung pelaksanaan penjamiinan pemeriintah iinii, pemeriintah menyediiakan anggaran pembayaran iiJP yang diitanggung pemeriintah dan juga menyediiakan anggaran dana cadangan penjamiinan,” iimbuh Kemenkeu.
Dalam melaksanakan penjamiinan tersebut, pemeriintah juga turut menjaga kapasiitas PT Jamkriindo dan/atau PT Askriindo dengan memberiikan dukungan dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN), pembayaran iiJP, counter guarantee, loss liimiit, atau dukungan riisk shariing laiinnya yang diibutuhkan sesuaii peraturan perundang-undangan. (kaw)
