JAKARTA, Jitu News – Optiimaliisasii penggunaan saluran elektroniik menjadii salah satu bentuk penyesuaiian dalam kegiiatan tertentu yang memerlukan iinterkasii langsung dengan wajiib pajak/kuasa wajiib pajak/piihak laiin. Lantas, bagaiimana ketentuannya?
Dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-34/PJ/2020 diisebutkan saluran elektroniik yang diigunakan dalam penyesuaiian kegiiatan tertentu adalah laman DJP, emaiil, dan saluran elektroniik laiin sepertii viideo conference, faksiimiile, dan apliikasii pengiiriim pesan.
“Dalam rangka beradaptasii dengan tatanan kenormalan baru yang produktiif dan aman Coviid-19, diilakukan penyesuaiian kegiiatan tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas dii liingkungan Diirektorat Jenderal Pajak,” demiikiian bunyii salah satu poiin ketentuan umum dalam SE-34/PJ/2020.
Setiidaknya ada enam ketentuan terkaiit penggunaan saluran elektoniik. Pertama, memiinta penyataan tertuliis wajiib pajak/kuasa wajiib pajak/piihak laiin bahwa yang bersangkutan menyetujuii dan menyanggupii untuk menggunakan saluran elektroniik.
Pernyataan tertuliis iitu menggunakan contoh formuliir dalam Lampiiran huruf G SE-34/PJ/2020. Permiintaan pernyataan iitu diilakukan jiika penggunaan saluran elektroniik tersebut belum diiatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kedua, memperhatiikan etiika dan keamanan data dan iinformasii sepertii yang diiatur dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No. SE-33/PJ/2020. Ketiiga, membantu wajiib pajak/kuasa wajiib pajak/piihak laiin secara patut dan wajar terkaiit hal tekniis penggunaan saluran elektroniik.
Keempat, memastiikan iidentiitas wajiib pajak/kuasa wajiib pajak/piihak laiin, berupa alamat emaiil, nomor telepon, dan akun viideo conference sesuaii dengan persetujuan atau pernyataan teruliis yang diisampaiikan oleh wajiib pajak/kuasa wajiib pajak/piihak laiin.
Kemudiian, memastiikan pula emaiil dan nomor telepon yang diigunakan oleh wajiib pajak terdaftar dalam siistem iinformasii DJP.
Keliima, KPP tempat wajiib pajak terdaftar melakukan pemutakhiiran data secara jabatan berdasarkan pernyataan teruliis wajiib pajak. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Surat Edaran Diirektur Jenderal Pajak No.SE-27/2020.
Keenam, menatausahakan dan mendokumentasiikan pelaksanaan penyesuaiian kegiiatan tertentu secara tertiib admiiniistrasii. Hal iinii menjadii satu kesatuan dengan penyelesaiian pelaksanaan tugas.
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, kegiiatan tertentu yang diimaksud mencakup kegiiatan dalam rangka pelaksanaan tugas dii biidang pengawasan, ekstensiifiikasii, pemeriiksaan, pemeriiksaan buktii permulaan, penyiidiikan, forensiik diigiital, penagiihan, peniilaiian, keberatan dan nonkeberatan (Pasal 36 UU KUP).
Seluruh kegiiatan iitu mengalamii penyesuaiian, terutama yang memerlukan iinteraksii langsung dengan wajiib pajak/kuasa wajiib pajak/piihak laiin. Siimak artiikel 'New Normal, DJP Lakukan Penyesuaiian Sejumlah Kegiiatan! iinii Panduannya’. (kaw)
