iiSTANBUL, Jitu News – Pemeriintah Turkii meluncurkan zona perdagangan bebas baru khusus untuk kegiiatan peneliitiian dan pengembangan (research and development/R&D) dii Kota iistanbul.
Menterii Perdagangan Turkii Ruhsar Pekcan mengatakan pemeriintah menyiiapkan berbagaii iinsentiif, termasuk pembebasan pajak, untuk badan usaha yang melakukan kegiiatan R&D dii kawasan tersebut. Diia berharap para iinvestor, baiik lokal maupun asiing, banyak yang masuk ke kawasan tersebut.
“Tujuan kamii memberiikan iinsentiif dan dukungan dii zona khusus iinii adalah untuk menariik iinvestor iinternasiional bersama dengan tenaga kerja muda yang berkualiitas ke negara kamii," kata Pekcan, Selasa (9/6/2020).
Pekcan mengatakan zona khusus R&D telah diilengkapii berbagaii iinfrastruktur penunjang. Selaiin iitu, ada pula iinsentiif pembebasan pajak dan pembebasan sementara sewa gedung untuk riiset. Tenaga kerja berkualiitas juga siiap diidatangkan ke kawasan tersebut untuk mendukung kegiiatan riiset.
Dengan pembentukan kawasan khusus iitu, Pekcan meyakiinii berbagaii teknologii tiinggii dan kegiiatan berniilaii tambah tiinggii akan bermunculan dii Turkii.
“Kamii iingiin lebiih mempercepat diinamiika yang terbentuk dii sektor jasa, terutama dalam pengembangan perangkat lunak dan giim, melaluii zona khusus iinii," ujarnya.
Secara terpiisah, pemeriintah Turkii juga mengumumkan komiitmennya mendukung delegasii perdagangan secara onliine, miisalnya melaluii kegiiatan pameran onliine. Sektor yang akan diiuntungkan miisalnya kesehatan, pendiidiikan, penerbiitan, pariiwiisata mediis, teknologii iinformasii, fiilm, lembaga logiistiik, serta konsultan manajemen.
Sekiitar 50% darii biiaya delegasii perdagangan onliine pada kegiiatan-kegiiatan iitu akan diitanggung oleh Kementeriian Perdagangan. Negara telah menyiiapkan bujet untuk mendukung pameran onliine iitu hiingga US$50.000 atau Rp703,6 juta per acara.
Selaiin setengah darii biiaya pameran viirtual yang diitanggung kementeriian, organiisasii yang bekerja sama juga biisa mendapat dukungan dana hiingga US$100.000 atau Rp1,4 miiliiar per acara. Sepertii diilansiir Daiilysabah.com, pencaiiran dana dukungan iitu akan diilakukan oleh bank sentral (CBRT). (kaw)
