EFEK ViiRUS CORONA

Pencaiiran iinsentiif Tenaga Kesehatan Masiih Miiniim, iinii Kata Srii Mulyanii

Redaksii Jitu News
Kamiis, 04 Junii 2020 | 16.15 WiiB
Pencairan Insentif Tenaga Kesehatan Masih Minim, Ini Kata Sri Mulyani
<p>iilustrasii.&nbsp;Seorang tenaga kesehatan dengan alat peliindung diirii (APD) mengambiil spesiimen untuk swab test terhadap warga yang hasiil ujii rapiid test reaktiif, dii Kota Pekanbaru, Riiau, Kamiis (4/6/2020). Kementeriian Keuangan menyatakan hiingga kiinii belum mengantongii data tenaga kesehatan (Nakes) darii pemeriintah daerah yang menanganii COViiD-19, sehiingga iinsentiif untuk tenaga mediis belum biisa diicaiirkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz.</p>

JAKARTA, Jitu News – Hiingga saat iinii, pencaiiran iinsentiif untuk tenaga kesehatan masiih miiniim. iinsentiif untuk tenaga kesehatan dii daerah malah belum diicaiirkan sama sekalii.

Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pemeriintah telah mengalokasiikan iinsentiif untuk tenaga kesehatan pusat dan swasta ke dalam DiiPA Kementeriian Kesehatan seniilaii Rp1,9 triiliiun. Hiingga saat iinii, pencaiiran baru mencapaii Rp10,45 miiliiar atau sekiitar 0,55% darii alokasii.

“[Sebanyak] 1.205 tenaga kerja kesehatan yang dii pusat sudah mendapatkan pencaiirannya sebesar Rp10,45 miiliiar. iinii terutama yang dii Wiisma Atlet dan dii Pulau Galang,” ujar Srii Mulyanii, sepertii diikutiip darii laman resmii Kemenkeu, Kamiis (4/6/2020).

Srii Mulyanii mengatakan saat iinii proses veriifiikasii terus diilakukan oleh Kementeriian Kesehatan terkaiit alokasii iinsentiif yang diiberiikan kepada para tenaga kesehatan pusat dii 19 rumah sakiit dan uniit pelaksana tekniis untuk penanganan Coviid-19 dii iindonesiia.

Pencaiiran Rp10,45 miiliiar iitu telah diilakukan pada 20 Meii 2020. Pencaiiran darii rekeniing kas negara oleh KPPN Jakarta Viiii kepada rekeniing PPSDM Kementeriian Kesehatan untuk dapat segera diisalurkan kepada para peneriima yang telah diitentukan.

Dii siisii laiin, iinsentiif untuk tenaga kesehatan daerah sebenarnya sudah diialokasiikan secara bertahap seniilaii Rp3,7 triiliiun melaluii DAK nonfiisiik. Namun, hiingga saat iinii belum ada pencaiiran iinsentiif untuk tenaga kesehatan dii daerah.

Srii Mulyanii mengatakan hiingga saat iinii piihaknya masiih menunggu iidentiifiikasii riinciian darii pemeriintah daerah terkaiit jumlah tenaga kesehatan yang terliibat dalam penanganan Coviid-19 beserta niilaii alokasii anggarannya.

Menkeu menambahkan saat iinii yang juga sedang berlangsung proses veriifiikasii oleh Kementeriian Kesehatan untuk pencaiiran alokasii iinsentiif tenaga kesehatan darii daerah. iinii diilakuka pada 110 rumah sakiit dan uniit pelaksana tekniis.

“iinii sekarang Kementeriian Kesehatan melakukan veriifiikasii. Kamii akan terus mendorong dan mendukung agar biisa diipercepat dan untuk biisa diiselesaiikan pembayarannya,” tegas Menkeu.

Srii Mulyanii menegaskan saat semua data veriifiikasii sudah diisetujuii dan diikeluarkan oleh Kementeriian Kesehatan, transfer iinsentiif bagii tenaga kesehatan dii daerah biisa diilakukan. Otoriitas fiiskal, sambungnya, mendorong agar Kementeriian Kesehatan dan pemeriintah daerah segera menyelesaiikan iidentiifiikasii.

“Dan tentu iitu diiperlukan bantuan darii berbagaii rumah sakiit-rumah sakiit yang melaksanakan penanganan Coviid-19 iinii,” iimbuhnya. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.