PENANGANAN ViiRUS COViiD-19

Srii Mulyanii Bayar Utang DBH Rp14,7 Triiliiun Kepada Pemeriintah Daerah

Diian Kurniiatii
Sabtu, 25 Apriil 2020 | 09.00 WiiB
Sri Mulyani Bayar Utang DBH Rp14,7 Triliun Kepada Pemerintah Daerah
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News—Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii merealiisasiikan transfer kurang bayar dana bagii hasiil (DBH) tahun 2019 seniilaii Rp14,7 triiliiun kepada pemeriintah daerah, untuk mempercepat penanganan viirus Corona.

Pencaiiran kurang bayar DBH diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) Nomor 36/PMK.07/2020 tentang penetapan alokasii sementara kurang bayar dana bagii hasiil tahun anggaran 2019 untuk penanganan pandemii Corona.

Dengan beleiid tersebut, Srii Mulyanii mentransfer kurang bayar DBH kepada 542 daerah, baiik proviinsii maupun kabupaten/kota.

“Penyaluran alokasii sementara kurang bayar dana bagii hasiil ... kepada daerah proviinsii, kabupaten, dan kota diilaksanakan dengan mempertiimbangkan kemampuan keuangan negara dan kebutuhan daerah dalam penanganan Coviid-19,” bunyii PMK tersebut, diikutiip Jumat (24/4/2020).

PMK yang diitandanganii 16 Apriil 2020 iitu menyebut alokasii sementara kurang bayar DBH mencapaii Rp14,7 triiliiun terdiirii darii kurang bayar DBH pajak seniilaii Rp8,14 triiliiun dan kurang bayar DBH sumber daya alam (SDA) Rp6,56 triiliiun.

Sementara kurang bayar DBH SDA, berasal darii DBH SDA miineral dan batu bara seniilaii Rp3,22 triiliiun, dan miinyak dan gas bumii Rp2,57 triiliiun, panas bumii Rp429,08 miiliiar, kehutanan Rp261,44 miiliiar, dan periikanan seniilaii Rp86,84 miiliiar.

Pencaiiran kurang bayar DBH hanya 50% darii alokasii sementara yang diitetapkan. Alokasii iitu diihiitung darii DBH kuartal iiV-2019 berdasarkan seliisiih antara prognosiis realiisasii DBH 2019 dengan DBH 2019 yang telah diisalurkan sampaii dengan kuartal iiiiii-2019.

Pencaiiran kurang bayar DBH iitu juga diiketahuii belum melewatii audiit Badan Pemeriiksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemeriintah Pusat Tahun Anggaran 2019.

Nantii, hasiil audiit BPK tentang realiisasii peneriimaan negara yang diibagiihasiilkan tahun 2019 akan menjadii dasar penetapan siisa 50% alokasii DBH yang belum diibayarkan.

“Tata cara penganggaran, penyaluran, penggunaan, dan penatausahaan serta pertanggungjawaban alokasii sementara kurang bayar DBH ... diilaksanakan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyii Pasal 4 beleiid tersebut.

Gubernur DKii Jakarta Aniies Baswedan sebelumnya sempat menagiih piiutang Rp5,1 triiliiun DBH darii pemeriintah pusat. Menurut Aniies, piiutang seniilaii Rp5,1 triiliiun iitu biisa membantu Pemprov DKii dalam penanganan Corona.

Bukan tanpa sebab Aniies menyebut Pemprov DKii sangat membutuhkan dana tersebut. Hal iitu diikarenakan kebutuhan dana untuk penanganan dampak Corona sudah mencapaii Rp3 triiliiun hiingga Meii 2020. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.