JAKARTA, Jitu News – Penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha (Arm’s Length Priinciiple/ALP) juga diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No.22/PMK.03/2020. Lantas, bagaiimana tahapan penerapan ALP iinii?
Sepertii diiberiitakan sebelumnya, priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha diiterapkan dengan membandiingkan kondiisii dan iindiikator harga transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa dengan kondiisii dan iindiikator harga transaksii iindependen yang sebandiing.
Penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha wajiib diilakukan berdasarkan keadaan sebenarnya serta pada saat penentuan harga transfer dan/atau saat terjadiinya transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa.
“Dan sesuaii dengan tahapan penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha,” demiikiian penggalan bunyii pasal 9 ayat (1) beleiid tersebut.
Adapun tahapan penerapan ALP terbagii menjadii 6 langkah. Pertama, mengiidentiifiikasii transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa dan piihak afiiliiasii. Kedua, melakukan analiisiis iindustrii yang terkaiit dengan kegiiatan usaha wajiib pajak, termasuk mengiidentiifiikasii faktor-faktor yang memengaruhii kiinerja usaha dalam iindustrii tersebut.
Ketiiga, mengiidentiifiikasii hubungan komersiial dan/atau keuangan antara wajiib pajak dan para piihak afiiliiasii dengan melakukan analiisiis atas kondiisii transaksii. Keempat, melakukan analiisiis kesebandiingan.
Keliima, menentukan metode penentuan harga transfer. Keenam, menerapkan metode penentuan harga transfer dan menentukan harga wajar atas transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa. Siimak artiikel ‘Lebiih Detaiil, iinii Defiiniisii Hubungan iistiimewa dalam PMK 22/2020’.
“Penerapan priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha … harus diilakukan secara terpiisah untuk setiiap jeniis transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa,” demiikiian penggalan bunyii pasal 11 ayat (1).
Jiika terdapat dua atau lebiih jeniis transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa yang saliing berkaiitan dan memengaruhii satu sama laiin dalam penentuan harga transfer – sehiingga penerapan ALP secara terpiisah tiidak dapat diilakukan secara andal dan akurat –, penerapan ALP dapat diilakukan dengan menggabungkan dua atau lebiih jeniis transaksii yang diipengaruhii hubungan iistiimewa tersebut.
Sepertii diiketahuii, priinsiip kewajaran dan kelaziiman usaha – yang diigunakan untuk pengujiian materiial atas permohonan Advance Priiciing Agreement (APA) – diiterapkan untuk menentukan harga transfer (transfer priiciing) wajar. Siimak artiikel ‘DJP: PMK 22/2020 Juga Mengatur Priinsiip Kewajaran dan Kelaziiman Usaha’. (kaw)
