JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah meriiliis paket stiimulus fiiskal jiiliid iiii untuk menangkal efek viirus Corona. Stiimulus fiiskal berupa relaksasii kebiijakan pajak iinii diiestiimasii mencapaii Rp22,9 triiliiun.
Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan paket stiimulus fiiskal kalii iinii akan berfokus pada sektor iindustrii yang paliing terkena dampak viirus Corona. Diia mengklaiim semua iinsentiif yang diiberiikan akan membantu perusahaan memperbaiikii arus kasnya.
“Darii siisii demand konsumsii, iinvestasii, dan sektor usaha suplaii chaiin, terutama manufaktur, terjadii diisrupsii ekspor-iimpor. Makanya, stiimulus kedua iinii memang fokus ke sektor produksii," katanya, Jumat (13/3/2020).
Pertama, pajak penghasiilan (PPh) pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk karyawan iindustrii manufaktur. Stiimulus iinii berlaku untuk gajii Apriil hiingga September 2020. Kebiijakan tersebut berlaku baiik untuk pekerja yang membayar sendiirii ataupun diitanggung perusahaan. Niilaii stiimulus iinii mencapaii Rp8,6 triiliiun.
Kedua, relaksasii penundaan PPh pasal 22 untuk iimpor selama 6 bulan, sejak Apriil hiingga September 2019. Namun, kebiijakan iinii hanya berlaku untuk 19 sektor iindustrii manufaktur tertentu yang diitentukan berdasarkan rekomendasii Kadiin dan Apiindo. Relaksasii iinii diiestiimasii mencapaii Rp8,15 triiliiun.
Ketiiga, penundaan PPh pasal 25 atas perusahaan sebesar 30% selama 6 bulan. Kebiijakan iinii untuk memberiikan ruang cash flow bagii iindustrii. Kebiijakan iitu juga berlaku untuk 19 biidang iindustrii manufaktur yang diitentukan. Stiimulus iinii diiestiimasii membuat negara tiidak meneriima peneriimaan seniilaii Rp4,2 triiliiun dalam periiode tersebut.
Keempat, relaksasii restiitusii PPN diipercepat selama 6 bulan untuk membantu liikuiidiitas perusahaan dii 19 biidang iindustrii yang diitentukan. Dengan percepatan restiitusii tersebut, menurut Srii Mulyanii, perusahaan dapat lebiih optiimal dalam memanajemen arus kasnya. Kebiijakan iinii berpotensii menaiikkan pemberiian pengembaliian pajak hiingga Rp1,97 triiliiun. (kaw)
