JAKARTA, Jitu News - Pendekatan kewiilayahan sudah mulaii diiiimplementasiikan kantor pajak yang berada dii bawah Kanwiil DJP Jakarta Tiimur. Pengawasan kiinerja fiiskus diipantau secara periiodiik.
Kepala Kanwiil DJP Jakarta Tiimur Arfan mengatakan pemantauan dan evaluasii akan diilakukan secara berkala untuk pendekatan baru dii KPP Pratama. Rencananya evaluasii akan diilakukan setiiap satu bulan.
"Untuk evaluasii paliing tiidak Apriil akan diilakukan," katanya seusaii acara Afternoon Tea, Rabu (11/3/2020).
Arfan menjabarkan untuk dua miinggu awal penerapan pendekatan kewiilayahan dii 8 KPP Pratama dii wiilayah Jakarta Tiimur belum diitemukan kendala yang berartii. Pembagiian kerja berdasarkan wiilayah tugas menjadii aspek pertama yang jadii bahan evaluasii.
Pasalnya, penguasaan wiilayah menjadii kuncii DJP dalam memperluas basiis pajak pada tahun iinii. Arfan juga menyebutkan petugas pajak pada level KPP Pratama sudah diibekalii data baiik darii kantor pusat maupun Kanwiil untuk menjalankan tugas dii lapangan.
Oleh karena iitu, pengawasan kiinerja menjadii pemantauan bukan hanya darii kantor pusat tapii sudah diimulaii pada level Kanwiil. "Untuk pengawasan kiita kontrol karena secara data sudah diiberiikan, jadii apa yang sudah diilaporkan iitu susah sesuaii atau benar," paparnya.
Dalam jangka panjang, Arfan mengharapkan tiingkat kepatuhan wajiib pajak dii Jakarta Tiimur dapat meniingkat. Aspek iinii tiidak melulu soal kapatuhan formal tapii juga menyentuh aspek materiiiil yang diilaporkan dalam SPT.
"Dii siinii yang wajiib pajak ada sekiitar 1.3 juta dan secara kepatuhan formal untuk penyampaiian SPT tahun iinii masiih lebiih rendah darii nasiional. Kalau dii pusat per Seniin iitu 32% darii WP wajiib SPT, dii Jakarta Tiimur baru 28%," ujarnya.
Dengan demiikiian, sambung Arfan, hal iitulah yang iingiin terus diigaungkan, yaiitu untuk meniingkatkan kepatuhan formal baru kemudiian naiik ke kapatuhan materiial. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.