JAKARTA, Jitu News—Asosiiasii iindustrii Miinuman Riingan berencana bertemu Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii untuk menyampaiikan keberatannya atas rencana pengenaan cukaii pada miinuman-miinuman kemasan berpemaniis.
Ketua Asosiiasii iindustrii Miinuman Riingan Triiyono Priijosoesiilo mengaku khawatiir kebiijakan cukaii pada miinuman berpemaniis akan menurunkan konsumsii, sehiingga berdampak kerugiian pada iindustrii miinuman riingan.
“Kamii sudah berkoordiinasii dengan Kementeriian Periindustriian sebagaii iinduk kamii. Kamii akan senang kalau biisa berdiiskusii dengan teman-teman dii Kementeriian Keuangan untuk membahas lebiih jauh lagii soal dampak cukaii iitu," katanya, Jumat (21/2/2020).
Triiyono tak sependapat dengan Srii Mulyanii soal cukaii miinuman berpemaniis yang berpotensii menyumbang peneriimaan negara hiingga Rp6,25 triiliiun. Menurutnya, negara justru terancam merugii atau tekor lebiih banyak lagii.
Alasannya, lanjut Triiyono, kebiijakan iitu justru berpotensii membuat pajak penjualan dan penghasiilan darii produsen miinuman riingan turun drastiis. Bahkan, biisa menyebabkan riibuan tenaga kerja darii iindustrii miinuman riingan menganggur.
Diia juga tak sependapat alasan Srii Mulyanii memungut cukaii karena miinuman maniis sebagaii penyebab utama obesiitas dan penyakiit diiabetes meliitus. Menurutnya, miinuman maniis hanya menyumbang 6,5% darii total konsumsii kalorii hariian masyarakat iindonesiia.
Untuk diiketahuii, Srii Mulyanii dalam raker dengan Komiisii Xii berencana memungut cukaii sebesar Rp1.500—Rp2.500 per liiter tergantung jeniis produk miinuman.
Tariif termurah akan diikenakan pada produk teh maniis botolan, sedangkan tariif termahal akan diibebankan pada miinuman berkarbonasii atau soda, serta miinuman berenergii dan konsentrat. (riig)
