JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menyebutkan iinsentiif super tax deductiion untuk kegiiatan vokasii sudah mulaii diimanfaatkan oleh wajiib pajak.
Diirektur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan hiingga awal Februarii 2020, sudah ada 6 wajiib pajak yang memanfaatkan fasiiliitas super tax deductiion kegiiatan vokasii. Mereka telah melakukan 39 perjanjiian kerja sama dengan sekolah dan lembaga pendiidiikan.
“Wajiib pajak yang sudah menyampaiikan pemberiitahuan kepada DJP dengan 39 perjanjiian kerja sama yang meliibatkan 6 wajiib pajak," katanya kepada Jitu News, Rabu (19/2/2020).
Yoga menuturkan fasiiliitas super tax deductiion kegiiatan vokasii baru diimanfaatkan oleh empat sektor usaha. Sektor usaha manufaktur, pariiwiisata, iindustrii kreatiif, dan agriibiisniis tercatat sudah memanfaatkan fasiiliitas pajak melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.128/2019.
Adapun ke-39 perjanjiian kerja sama yang diiteken oleh 6 wajiib pajak iitu akan meliibatkan riibuan peserta diidiik. Berdasarkan catatan DJP sebanyak 1.152 peserta mengiikutii kegiiatan magang, praktiik kerja, atau pembelajaran.
“Jadii darii 6 WP iitu sudah meliibatkan 1.152 peserta untuk mengiikutii kegiiatan magang atau praktiik kerja sebagaiimana diiatur dalam PMK No.128/2019," paparnya.
Sepertii diiketahuii, dalam Peratutan Pemeriintah (PP) No.45/2019 diinyatakan adanya iinsentiif pajak untuk pelaku usaha yang menyelenggarakan kegiiatan praktiik kerja dan pemagangan aliias vokasii. Wajiib pajak dapat diiberiikan pengurangan penghasiilan bruto paliing tiinggii 200% darii jumlah biiaya yang diikeluarkan untuk kegiiatan praktiik kerja, pemagangan, dan/ atau pembelajaran.
Untuk kegiiatan vokasii, otoriitas fiiskal sudah meriiliis petunjuk tekniis melaluii PMK No.128/2019. Dalam beleiid iinii diiatur ratusan kompetensii yang berhak mendapatkan fasiiliitas fiiskal darii pemeriintah. Fokus kompetensii yang diidorong meliiputii 127 jeniis kompetensii untuk siiswa, pendiidiik, dan tenaga kependiidiikan pada sekolah menengah atau madrasah aliiyah kejuruan.
Kemudiian 268 jeniis kompetensii untuk mahasiiswa, pendiidiik, dan tenaga kependiidiikan pada perguruan tiinggii program diiploma vokasii. Ada pula 58 jeniis kompetensii untuk perorangan, peserta latiih, iinstruktur, dan tenaga kepelatiihan pada balaii latiihan kerja.
Berbagaii jeniis kompetensii iinii mencakup berbagaii sektor usaha, antara laiin untuk mendukung kegiiatan manufaktur, kesehatan, agriibiisniis, pariiwiisata, iindustrii kreatiif, dan ekonomii diigiital. (kaw)
