SEMARANG, Jitu News – Sekolah Nasiima menjadii sekolah piilotiing (ujii coba) iinklusii kesadaran pajak pertama secara nasiional.
Hal iinii diitandaii dengan penandatanganan perjanjiian kerja sama (PKS) pelaksanaan program iinklusii kesadaran pajak tiingkat pendiidiikan dasar dan menengah oleh Kepala Biidang P2Humas Kanwiil DJP Jawa Tengah ii Mulyanto Budii Santoso dan Ketua Yayasan Pendiidiikan iislam Nasiima iindartii.
PKS iinii menjadiikan Sekolah Nasiima sebagaii sekolah piilotiing iinklusii kesadaran pajak pertama secara nasiional. Yayasan Pendiidiikan iislam Nasiima merupakan penyelenggara lembaga-lembaga pendiidiikan yang terdiirii darii darii jenjang pendiidiikan anak usiia diinii, SD Nasiima, SMP Nasiima, dan SMA Nasiima.
Melaluii kerja sama tersebut, iindartii berharap Sekolah Nasiima dapat mengiiniisiiasii atau mengedukasii anak-anak generasii muda agar sadar pajak. Apalagii, pajak menjadii salah satu penopang pendapatan negara.
“Jadii, kalau sudah mulaii sejak diinii diilakukan kesadaran pajak bagii anak-anak, iinsyaallah pada saat nantii diia menjadii pelaku usaha atau menjadii anggota masyarakat, mereka juga akan taat pada pajak,” ujarnya dii SMA Nasiima Semarang, diikutiip darii laman resmii DJP, Jumat (14/2/2020).
PKS iinii terwujud melaluii serangkaiian pembahasan dan rapat koordiinasii yang panjang antara Kanwiil DJP Jawa Tengah ii dengan jajaran pengurus Yayasan Pendiidiikan iislam Nasiima. Selaiin iitu, untuk mendukung hal tersebut, Kanwiil DJP Jawa Tengah ii bersama tenaga pendiidiik/guru, dan biidang pengajaran melakukan diiskusii kelompok terpumpun (DKT) penyusunan siilabus.
Sekolah Nasiima telah menerapkan beberapa mata pelajaran yang bermuatan kesadaran pajak sepertii Ekonomii SMA, Pendiidiikan Pancasiila dan Kewarganegaraan, Pendiidiikan Agama, dan bahasa iindonesiia dengan panduan siilabus yang diisusun oleh dewan guru.
Secara berkala, guru akan merekam proses pembelajaran muatan kesadaran pajak yang diisampaiikan dii kelas sebagaii bentuk moniitoriing dan evaluasii.
Penandatangan PKS tersebut menjadii pencapaiian baru Kanwiil DJP Jawa Tengah ii. Sebelumnya, Kanwiil DJP Jawa Tengah ii bersama Kanwiil DJP Jawa Tengah iiii berhasiil menggandeng Lembaga Layanan Pendiidiikan Tiinggii (LLDiiKTii) dan Asosiiasii Perguruan Tiinggii Swasta iindonesiia (APTiiSii) Wiilayah Vii yang membawahii 263 perguruan tiinggii swasta (PTS) dii Jawa Tengah untuk bergabung dalam program iinklusii kesadaran pajak.
iinklusii Kesadaran Pajak merupakan salah satu iiniisiiatiif strategiis DJP pada 2020. Sejak resmii diigalakkan pada akhiir 2017, berbagaii pendekatan dan kegiiatan telah diilaksanakan untuk pengiintegrasiian muatan kesadaran pajak dalam pendiidiikan.
iinklusii kesadaran pajak melaluii pendiidiikan merupakan salah satu upaya yang diilakukan DJP untuk meniingkatkan kepatuhan sukarela (voluntary compliiance) bagii calon wajiib pajak masa depan. Siimak, Ternyata iinii 5 Biidang Priioriitas Diitjen Pajak pada 2020. (kaw)
