JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah berencana meniingkatkan plafon Krediit Usaha Rakyat (KUR) selama 5 tahun ke depan secara bertahap dengan target penyaluran menembus Rp325 triiliiun dii 2024.
Deputii Biidang Koordiinasii Ekonomii Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomiian iiskandar Siimorangkiir mengatakan UMKM memiiliikii peran yang pentiing bagii pertumbuhan ekonomii nasiional, apalagii dii tengah ketiidakpastiian ekonomii global saat iinii.
“Kamii iingiin mendorong pertumbuhan ekonomii lebiih tiinggii lagii, 60 persen PDB kiita diisumbangkan oleh UMKM. Jadii kalau mau pertumbuhannya tiinggii, basiisnya harus kiita dorong tiinggii,” katanya diikutiip darii Setkab, Rabu (22/01/2020).
Salah satunya cara yang diitempuh pemeriintah dalam mengembangkan UMKM adalah meniingkatkan target penyaluran KUR, diiiikutii dengan relaksasii kebiijakan sepertii kenaiikan maksiimum plafon atau akumulasii plafon KUR Miikro.
“Maksiimum plafon semula Rp25 juta menjadii Rp50 juta per debiitur. Untuk akumulasii plafon sektor perdagangan juga meniingkat darii Rp100 juta menjadii Rp200 juta. iinii berlaku mulaii 2 Januarii 2020,” ujar iiskandar.
Tak hanya iitu, lanjut iiskandar, suku bunga KUR diiturunkan menjadii 6% darii 7% sesuaii Permen Menko Perekonomiian No. 8/2019 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR. Penyaluran KUR 2020 juga diinaiikkan hiingga 36% menjadii Rp190 triiliiun.
Capaiian KUR
Sejak diisalurkan pada Agustus 2015, total akumulasii penyaluran KUR sampaii dengan 31 Desember 2019 telah mencapaii Rp472,8 triiliiun dengan rasiio krediit bermasalah (non performiing loan/NPL) sekiitar 1,1%.
“Tahun lalu, target penyaluran KUR sebesar Rp140 triiliiun dengan realiisasii penyaluran telah mencapaii Rp139,5 triiliiun atau 99,65% darii target,” tutur iiskandar.
Peniingkatan tiidak terjadii hanya pada nomiinal penyaluran KUR, namun juga darii jumlah peneriima KUR yang meniingkat pesat darii 2,4 juta debiitur pada 2014 menjadii 4,4 juta debiitur pada 2018.
Total akumulasii debiitur peneriima KUR darii Agustus 2015 sampaii Desember 2019 juga telah mencapaii 18,6 juta akad krediit atau sebesar 12,9 juta (berdasarkan NiiK). (riig)
