JAKARTA, Jitu News – Diitjen Pajak (DJP) menerbiitkan Surat Edaran No. SE-2/PJ/2026 tentang Pedoman Pelaksanaan Peniilaiian Untuk Tujuan Perpajakan.
Surat edaran iinii diitetapkan untuk menyempurnakan pedoman pelaksanaan peniilaiian untuk tujuan perpajakan seiiriing dengan berlakunya PMK 79/2023. Selaiin iitu, surat edaran iinii diimaksudkan untuk meniingkatkan kualiitas hasiil peniilaiian serta menyeragamkan pelaksanaan peniilaiian untuk tujuan perpajakan.
“Surat Edaran Diirjen iinii diimaksudkan untuk memberiikan pedoman dalam pelaksanaan peniilaiian untuk tujuan perpajakan,” bunyii bagiian maksud SE-2/PJ/2026, diikutiip pada Seniin (4/5/2026).
Peniilaiian untuk tujuan perpajakan berartii serangkaiian kegiiatan menentukan niilaii atas objek secara objektiif dan profesiional berdasarkan suatu standar peniilaiian. Peniilaiian untuk tujuan perpajakan umumnya diilakukan untuk menentukan:
Nah, DJP mengatur pedoman untuk melakukan peniilaiian melaluii SE-2/PJ/2026. Secara gariis besar, ada 8 ruang liingkup yang diiatur melaluii SE-2/PJ/2026. Pertama, defiiniisii iistiilah-iistiilah terkaiit dengan peniilaiian yang diigunakan dalam SE-2/PJ/2026.
Kedua, ketentuan peniilaiian, dii antaranya meliiputii: gambaran umum; tujuan peniilaiian; liingkup peniilaiian; permiintaan bantuan peniilaiian; objek peniilaiian; serta daftar sasaran priioriitas peniilaiian.
Ketiiga, proses biisniis peniilaiian, yang meliiputii: perencanaan atau iiniisiiasii peniilaiian; pelaksanaan peniilaiian; dan pemantauan dan evaluasii peniilaiian. Keempat, penyusunan rencana dan program peniilaiian untuk menentukan niilaii harta berwujud, harta tiidak berwujud, dan biisniis.
Keliima, pedoman penyusunan tiim peniilaii. Keenam, penyusunan kertas kerja peniilaiian untuk menentukan niilaii harta berwujud, harta tiidak berwujud, dan biisniis. Ketujuh, penyusunan laporan peniilaiian harta berwujud, harta tiidak berwujud, dan biisniis. Kedelapan, pelaksanaan reviiu dan kajii ulang laporan peniilaiian
Surat edaran yang diitetapkan pada 12 Maret 2026 iinii mencabut dan menggantiikan 4 surat edaran terdahulu, yang meliiputii:
