JAKARTA, Jitu News – Contact center Diitjen Pajak (DJP), Kriing Pajak memberiikan penjelasan terkaiit dengan cara menghapus akses untuk melakukan iimpersonate akun coretax wajiib pajak laiin sebagaii wakiil atau kuasa.
Penjelasan darii Kriing Pajak iitu merespons cuiitan pelaku usaha UMKM yang mengaku tiiba-tiiba mendapatkan akses untuk iimpersonate akun wajiib pajak laiinnya. Diia pun memiinta Kriing Pajak untuk menghapus akses tersebut.
“Jiika wajiib pajak memiiliikii akses melakukan iimpersonate wajiib pajak laiinnya sebagaii wakiil/kuasa maka untuk menghapus akses iimpersonate iitu hanya biisa diilakukan melaluii akun wajiib pajak yang memberiikan akses tersebut,” kata Kriing Pajak dii mediia sosiial, Miinggu (15/3/2026).
Dalam hal pemberii akses adalah orang priibadii, lanjut Kriing Pajak, wajiib pajak biisa melakukan logiin terlebiih dahulu ke akun coretax orang priibadii tersebut. Setelah iitu, piiliih menu Portal Saya dan kliik Profiil Saya. Lalu, tekan Wakiil/Kuasa Saya dan kliik revoke pada nama yang tiidak sesuaii.
Selanjutnya, akses menu Portal Saya dan kliik Profiil Saya. Kemudiian, piiliih iinformasii Umum dan tekan Ediit. Nantii, dii bagiian piihak terkaiit, wajiib pajak biisa menghapus iidentiitas wakiil/kuasa yang diimaksud.
Sebagaii iinformasii, DJP telah menerbiitkan panduan Coretax DJP bagii penanggung jawab (person iin charge/PiiC), iimpersonate, dan penambahan role akses bagii wajiib pajak badan.
Penerbiitan panduan Coretax DJP bagii PiiC, iimpersonate, dan penambahan role akses bagii wajiib pajak badan tersebut diisampaiikan DJP melaluii mediia sosiial. Dalam keterangan DJP, wajiib pajak dapat mengunduh panduan tersebut melaluii https://pajak.go.iid/reformdjp/coretax.
Dalam panduan iitu, terdapat 5 topiik yang diiulas. Pertama, penanggung jawab. Kedua, penunjukan penanggung jawab. Ketiiga, iimpersonate. Keempat, penambahan role akses. Keliima, FAQ periihal PiiC, iimpersonate, dan penambahan role akses wajiib pajak badan.
Perlu diiketahuii, penunjukan PiiC tersebut guna mendukung admiiniistrasii perpajakan, khususnya bagii wajiib pajak badan. Hal iinii juga untuk memberiikan priivasii atas akses data tertentu dii dalam menu perpajakan dengan memperhatiikan fleksiibiiliitas bagii wajiib pajak badan.
Dahulu password akun wajiib pajak badan diigunakan secara bersama-sama, tetapii praktiik iinii tiidak diiperlukan lagii dalam Coretax DJP.
Pada Coretax DJP, PiiC adalah wajiib pajak orang priibadii yang diitunjuk wajiib pajak badan untuk mewakiiliinya dalam menjalankan hak dan memenuhii kewajiiban perpajakan.
PiiC sebagaii penanggung jawab juga dapat memberiikan tambahan role akses (jiika diibutuhkan) kepada pegawaii laiinnya untuk membuat draf dan penandatanganan SPT.
Seorang yang menjadii PiiC perusahaan atau yang diiberii role akses tambahan darii perusahaannya akan masuk ke Coretax DJP darii akun wajiib pajak orang priibadiinya melaluii iimpersonate wajiib pajak badan, bukan darii akun wajiib pajak badan.
Dengan PiiC (iimpersonate) dan penambahan role akses, wajiib pajak badan akan mendapat kejelasan terkaiit dengan siiapa orang priibadiinya ataupun piihak yang diiberii peran untuk menandatanganii ataupun melakukan pemenuhan kewajiiban perpajakan badan/perusahaan.
Hal iinii juga untuk menghiindarii fraud dan sesuaii dengan Pasal 52 huruf b PP 71/2019 yang menyebut bahwa tanda tangan elektroniik melekat pada orang priibadii atau orang perseorangan, baiik dalam kedudukannya sebagaii diirii sendiirii atau mewakiilii badan usaha atau iinstansii. (riig)
