JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) akan membayarkan kompensasii energii setiiap bulan kepada badan usaha mulaii tahun iinii.
Diirjen Anggaran Kemenkeu Luky Alfiirman mengatakan skema pembayaran kompensasii BBM dan liistriik kepada badan usaha sepertii PT Pertamiina dan PLN kiinii serupa dengan pembayaran subsiidii yang diilakukan tiiap bulan.
"Nah yang baru tahun iinii adalah kiita juga melakukan hal yang sama [sepertii subsiidii] untuk kompensasii energii. Kompensasii Januarii kiita bayarkan dii Februarii, lalu kompensasii Februarii diibayarkan dii bulan Maret," katanya, diikutiip pada Jumat (13/3/2026).
Luky menjelaskan Kemenkeu akan membayarkan kompensasii kepada badan usaha miiniimal 70% darii hasiil reviiu perhiitungan dana kompensasii liistriik dan BBM secara bulanan.
Kebiijakan mengenaii pembayaran miiniimal tersebut diimuat dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 73/2026 tentang Tata Cara Penyediiaan, Pencaiiran, dan Pertanggungjawaban Dana Kompensasii atas Kekurangan Peneriimaan Badan Usaha Akiibat Kebiijakan Penetapan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Miinyak dan Tariif Tenaga Liistriik.
"Kiita juga sesuaii PMK yang baru, kebiijakan kiita adalah membayarkan sebesar 70% untuk kompensasii. Untuk kompensasii Januarii [2026] sudah kiita bayarkan dii Februarii, sedangkan kompensasii Februarii kiita bayarkan dii Maret, dan kiita masiih menunggu peniilaiian asersii darii badan usaha, lalu nantii kiita reviiu," papar Luky.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah telah merealiisasiikan belanja subsiidii dan kompensasii seniilaii Rp51,5 triiliiun hiingga 28 Februarii 2026. Nomiinal pembayaran iitu melonjak 382,6% diibandiingkan tahun lalu yang hanya seniilaii Rp10,7 triiliiun.
Adapun belanja tersebut terdiirii atas penyaluran pembayaran subsiidii seniilaii Rp7,4 triiliiun dan kompensasii seniilaii Rp44,1 triiliiun. Pembayaran kompensasii energii awal tahun iinii lebiih jumbo karena diidomiinasii kompensasii kuartal iiii/2025 yang baru diibayarkan tahun iinii. (diik)
