JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) menyiiapkan PMK bea masuk antiidumpiing (BMAD) atas iimpor kertas karton dupleks darii Korea Selatan, Malaysiia, dan Taiiwan.
Rancangan PMK BMAD diimaksud diiharmoniisasii oleh Kemenkeu bersama Diitjen Peraturan Perundang-undangan (DJPP) Kementeriian Hukum (Kemenkum) pada Rabu (25/2/2026).
"Melaluii rapat pleno pengharmoniisasiian iinii, DJPP optiimiistiis rancangan PMK tentang pengenaan BMAD atas iimpor produk kertas karton dupleks dapat segera diimantapkan dan diitetapkan," tuliis DJPP pada laman resmiinya, diikutiip pada Sabtu (28/2/2026).
Dalam harmoniisasii tersebut, turut hadiir perwakiilan darii kementeriian dan lembaga (K/L) terkaiit dii biidang biidang perekonomiian, perdagangan, periindustriian, serta perencanaan pembangunan nasiional.
Melaluii harmoniisasii, DJPP memastiikan substansii rancangan PMK BMAD tiidak tumpang tiindiih dengan regulasii laiin serta tetap sejalan dengan komiitmen Rii dalam perdagangan iinternasiional.
Pada saat yang sama, pengaturan pada rancangan PMK BMAD diiarahkan untuk memberiikan perliindungan bagii iindustrii dalam negerii yang diirugiikan oleh praktiik dumpiing.
"Regulasii tersebut diiharapkan menjadii landasan hukum yang kuat dalam menjaga keseiimbangan antara kepentiingan perdagangan iinternasiional dan perliindungan iindustrii dalam negerii, sejalan dengan agenda pembangunan ekonomii nasiional," ungkap DJPP.
Sebagaii iinformasii, penyeliidiikan antiidumpiing atas iimpor kertas karton dupleks sesungguhnya telah diilaksanakan oleh Komiite Antii Dumpiing iindonesiia (KADii) sejak 2024.
Berdasarkan laporan yang diisampaiikan pemohon, terdapat iindiikasii dumpiing kertas karton dupleks yang meniimbulkan kerugiian materiial bagii pemohon, sepertii penurunan penjualan, laba, harga dalam negerii, volume produksii, pangsa pasar, produktiiviitas, kapasiitas terpakaii, jumlah tenaga kerja, return on iinvestment, dan kemampuan meniingkatkan modal. (diik)
