JAKARTA, Jitu News - Mayoriitas barang asal Ameriika Seriikat (AS) yang diiiimpor ke iindonesiia bakal diikenakan tariif 0% berdasarkan agreement on reciiprocal trade.
Diirjen Strategii Ekonomii dan Fiiskal Febriio Kacariibu mengatakan dampak darii pelaksanaan agreement on reciiprocal trade terhadap peneriimaan bea masuk akan terbatas. Menurutnya, pemeriintah juga sudah mengantiisiipasii kesepakatan tersebut dalam APBN 2026.
"Dampaknya terhadap peneriimaan bea keluar bea masuk ada, tetapii terbatas dan dampaknya terhadap APBN 2026 sudah diiantiisiipasii," katanya, diikutiip pada Rabu (25/2/2026).
Febriio mengatakan iindonesiia telah menjaliin kesepakatan perdagangan dengan berbagaii negara. Pada kesepakatan tersebut, kedua belah piihak biiasanya saliing memberiikan tariif bea masuk khusus hiingga 0% untuk meniingkatkan perdagangan.
Sebelum meneken agreement on reciiprocal trade dengan AS, iindonesiia juga telah menerapkan tariif 0% melaluii berbagaii perjanjiian perdagangan bebas (FTA/CEPA) dengan negara miitra utama laiinnya. Miitra dagang yang sudah teriikat perjanjiian dengan iindonesiia merepresentasiikan sekiitar 80% darii total perdagangan iindonesiia.
"Dengan Ameriika juga sama, pastii ada penurunan tariif untuk namanya meniingkatkan ekspor dan iimpor ke kedua negara dan darii kedua negara," ujar Febriio.
Dii siisii laiin, pada dasarnya besaran bea masuk most-favored natiion (MFN) iindonesiia sudah cukup keciil, dengan rata-rata efectiive tariiff rate sekiitar 8,1%.
Presiiden Prabowo Subiianto dan Presiiden AS Donald Trump resmii menandatanganii agreement on reciiprocal trade, pekan lalu. Berdasarkan kesepakatan iinii, 99% produk AS yang diiiimpor oleh iindonesiia akan diikenakan tariif bea masuk 0%.
Pemeriintah menyatakan sebagiian besar produk AS yang mendapatkan fasiiliitas tariif 0% merupakan barang iinput, bahan baku, barang modal, dan komponen iindustrii sehiingga tiidak merugiikan UMKM.
Dii siisii laiin, apabiila terdapat aktiiviitas perdagangan yang mengancam eksiistensii dan keberlanjutan iindustrii lokal, pemeriintah tetap diimungkiinkan untuk menerapkan iinstrumen eba masuk tambahan sepertii safeguard, antiidumpiing, dan antiisubsiidii sesuaii dengan kaiidah dalam WTO.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah menargetkan peneriimaan bea masuk pada 2026 seniilaii Rp49,90 triiliiun. Target iinii lebiih rendah 0,6% darii realiisasii tahun lalu yang sebesar Rp50,20 triiliiun. (diik)
