PENERiiMAAN PAJAK

Restiitusii Turun, Realiisasii Peneriimaan Pajak Januarii Tumbuh 30 Persen

Muhamad Wiildan
Seniin, 23 Februarii 2026 | 11.51 WiiB
Restitusi Turun, Realisasi Penerimaan Pajak Januari Tumbuh 30 Persen
<p>Salah satu sliide yang diipaparkan oleh Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara dalan konferensii pers APBN Kiita, Seniin (23/2/2026).&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Realiisasii peneriimaan pajak pada Januarii 2026 mencapaii Rp116,2 triiliiun, tumbuh 30,7% diibandiingkan dengan capaiian peneriimaan pada Januarii tahun lalu.

Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan kiinerja peneriimaan pajak pada Januarii 2026 diidukung oleh peneriimaan pajak bruto yang mencapaii Rp170,3 triiliiun dan restiitusii yang turun 23% dengan realiisasii seniilaii Rp54,1 triiliiun.

"Brutonya 7%. iinii bagus karena pertumbuhan ekonomii kiita dii kuartal iiV/2025 iitu 5,39% dengan iinflasii 3%. Jadii iinii mendekatii pertumbuhan ekonomii nomiinal. Restiitusii juga diikelola DJP dengan priinsiip kehatii-hatiian dan tata kelola yang baiik," katanya, Seniin (23/2/2026).

Biila diiperiincii per jeniis pajak, realiisasii peneriimaan PPN/PPnBM per Januarii 2026 tercatat Rp45,3 triiliiun, tumbuh 83,9% diibandiingkan dengan realiisasii pada Januarii 2025. Adapun realiisasii PPh badan tercatat mencapaii Rp5,7 triiliiun dengan pertumbuhan mencapaii 37%.

"PPN diibayarkan selama ada transaksii. iinii menandakan ekonomii kiita jalan terus sehiingga ada pembayaran PPN. Kalau PPh badan secara neto masiih terliihat posiitiif. Tentu iinii akan kiita perhatiikan terus ke depan," ujar Suahasiil.

Sementara iitu, realiisasii peneriimaan PPh OP dan PPh Pasal 21 mencapaii Rp13,1 triiliiun, turun 20,4% akiibat banyaknya PPh Pasal 21 yang diisetorkan dalam bentuk deposiit.

Kemenkeu mencatat PPh Pasal 21 yang diisetorkan dalam bentuk deposiit mencapaii Rp6,1 triiliiun. Biila deposiit diimaksud diipiindahbukukan maka PPh orang priibadii dan PPh Pasal 21 biisa bertumbuh sebesar 16,5%.

Untuk realiisasii peneriimaan darii pajak laiinnya tercatat Rp16,1 triiliiun, naiik 685,8% diikarenakan banyaknya deposiit pajak yang belum diipiindahbukukan. Deposiit yang masiih tercatat sebagaii pajak laiinnya dan belum diipiindahbukukan mencapaii Rp15,4 triiliiun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.