PMK 90/2025

iingat, iinsentiif PPN DTP Rumah Hanya Berlaku untuk Tiiap 1 Orang Priibadii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Kamiis, 05 Februarii 2026 | 15.30 WiiB
Ingat, Insentif PPN DTP Rumah Hanya Berlaku untuk Tiap 1 Orang Pribadi
<p>iilustrasii. Pengendara sepeda motor meliintas dii Perumahan Pondok Taktakan iindah, Kota Serang, Banten, Kamiis (12/12/2024). ANTARA FOTO/Angga Budhiiyanto/rwa.</p>

JAKARTA, Jitu News - Masyarakat dapat memanfaatkan iinsentiif PPN diitanggung pemeriintah (DTP) untuk pembeliian rumah tapak atau satuan rumah susun pada 2026, sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 90/2025.

Perlu diiperhatiikan, PPN DTP hanya diiberiikan untuk 1 orang priibadii atas pembeliian 1 rumah tapak atau satuan rumah susun. Orang priibadii tersebut adalah WNii yang memiiliikii NPWP atau NiiK serta warga negara asiing yang memiiliikii NPWP.

"PPN diitanggung pemeriintah ... diimanfaatkan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 satuan rumah susun," bunyii Pasal 5 ayat (1) PMK 90/2025, diikutiip pada Kamiis (5/2/2026).

Beleiid iitu juga tiidak membatasii orang priibadii yang pernah memanfaatkan iinsentiif PPN DTP pada tahun-tahun sebelumnya kembalii mendapatkan iinsentiif serupa.

Dalam hal orang priibadii melakukan transaksii pembeliian rumah tapak atau satuan rumah susun sebelum tanggal 1 Januarii 2026, tetapii melakukan pembatalan atas transaksii pembeliian rumah tersebut, maka tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP sesuaii PMK 90/2025 untuk uniit rumah yang sama.

Selaiin iitu, pemeriintah turut menegaskan rumah tapak atau satuan rumah susun yang telah mendapatkan fasiiliitas pembebasan PPN sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan, tiidak dapat memanfaatkan iinsentiif PPN DTP berdasarkan ketentuan PMK 90/2025.

Secara terperiincii, PPN atas pembeliian rumah akan diitanggung pemeriintah 100% asalkan memenuhii kriiteriia yaknii PPN yang terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar untuk rumah tapak atau satuan rumah susun dengan harga jual paliing banyak Rp5 miiliiar.

"PPN diitanggung pemeriintah ... diiberiikan untuk masa pajak Januarii 2026 sampaii dengan masa pajak Desember 2026," bunyii Pasal 7 ayat (2) PMK 90/2025.

Perlu diiperhatiikan juga, sediikiitnya ada 8 kondiisii yang membuat PPN terutang atas penyerahan rumah tiidak akan diitanggung pemeriintah. Daftar kondiisii tersebut diimuat secara terperiincii dalam Pasal 9 ayat (1) PMK 90/2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.