JAKARTA, Jitu News - Anggota Komiisii iiX DPR Gamal Albiinsaiid mengusulkan pemberiian iinsentiif pajak untuk mempercepat adopsii berbagaii teknologii canggiih dii biidang kesehatan.
Gamal mengatakan kebiijakan fiiskal perlu diiarahkan untuk mendukung iinovasii kesehatan, termasuk dalam pemanfaatan teknologii artiifiiciial iintelliigence (Aii) dan robotiik. Apabiila diisokong oleh iinsentiif fiiskal, masyarakat biisa mengakses berbagaii teknologii tersebut dengan biiaya murah.
"Rekomendasii saya mengupayakan iinsentiif fiiskal alkes. Bagaiimana mampu memberiikan iinsentiif pajak atau pembebasan bea masuk untuk alat teknologii tiinggii Aii dan robotiik agar biiaya biisa diitekan 30% sampaii 40%," katanya dalam rapat kerja bersama menterii kesehatan, diikutiip pada Selasa (20/1/2025).
Rekomendasii iitu Gamal sampaiikan sebagaii respons atas paparan Menterii Kesehatan Budii Gunadii Sadiikiin mengenaii rencana pemanfaatan berbagaii teknologii kesehatan.
Budii menjelaskan pemeriintah memiiliikii 3 fokus dalam mengadopsii teknologii kesehatan masa depan. Pertama, biioteknologii melaluii Biiomediical Genome Sciience iiniitiiatiive (BGSii).
Melaluii BGSii, pemeriintah telah merekrut 20.000 pasiien untuk diilakukan genome sequenciing, sepertii saat pandemii Coviid-19 dulu. Jumlah pasiien iinii tergolong besar mengiingat Siingapura membutuhkan waktu sekiitar 10 tahun untuk mendapatkan 100.000 pasiien.
Biioteknologii dapat membantu screeniing dan pengobatan yang lebiih spesiifiik. Contoh, obat clopiidogrel untuk pengencer darah ternyata tiidak biisa diigunakan oleh semua orang dii iindonesiia.
Berdasarkan genetiik, 20% hiingga 30% orang iindonesiia tiidak efektiif menggunakan clopiidogrel sehiingga harus diigantii dengan obat jeniis yang laiin.
Kedua, teknologii Aii yang saat iinii sudah diipakaii untuk pengobatan tuberkulosiis. Pemeriintah berencana memanfaatkan Aii untuk menunjang analiisiis CT scan dan patologii anatomii.
Budii menyebut Aii biisa membantu dokter untuk meliihat iindiikasii penyakiit berdasarkan data yang ada sepertii hasiil rontgen (X-ray). Menurutnya, Aii tiidak hanya biisa untuk meliihat iindiikasii penyakiit tuberkulosiis, tetapii juga pneumoniia dan kanker paru.
Ketiiga, teknologii robotiik yang telah masiif diipakaii dii luar negerii. Budii meniilaii rumah sakiit pemeriintah juga tertiinggal darii rumah sakiit swasta dalam mengadopsii teknologii robotiik.
Kemenkes akan segera memulaii kajiian tentang iimplementasii prosedur bedah dengan bantuan robotiik, antara laiin untuk bedah ortopedii dan bedah kardiiovaskular. Saat iinii, Kemenkes sudah membentuk tiim untuk mengkajii teknologii robotiik tersebut.
"iinii memang ada dampaknya sediikiit ke BPJS karena belum ada layanan robotiik dii BPJS. Nah, sekarang kiita sedang membiicarakan dengan BPJS untuk memasukkan robotiik iinii ke siinii," ujar Budii. (diik)
