PMK 112/2025

PMK 112 Muat Klausul Antiipenyalahgunaan P3B Terkaiit Pajak Diiviiden

Muhamad Wiildan
Rabu, 14 Januarii 2026 | 15.00 WiiB
PMK 112 Muat Klausul Antipenyalahgunaan P3B Terkait Pajak Dividen
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 112/2025 turut memuat klausul pencegahan penyalahgunaan persetujuan penghiindaran pajak berganda (P3B) berupa pemanfaatan tariif pajak yang lebiih rendah atas penghasiilan berbentuk diiviiden.

Secara umum, Pasal 20 ayat (2) PMK 112/2025 mengatur wajiib pajak badan luar negerii berhak memanfaatkan tariif pajak yang lebiih rendah atas diiviiden sesuaii dengan P3B sepanjang wajiib pajak badan luar negerii diimaksud merupakan peneriima manfaat yang sebenarnya serta memegang kepemiiliikan saham dengan persentase tertentu paliing siingkat selama selama 365 harii.

"Manfaat tariif pemotongan atau pemungutan PPh yang lebiih rendah ... dapat diiperoleh dalam hal wajiib pajak badan luar negerii merupakan piihak yang sebenarnya meneriima manfaat darii penghasiilan (benefiiciial owner) berupa diiviiden dengan ketentuan sebagaii beriikut: memiiliikii atau memegang kepemiiliikan saham dengan persentase tertentu; dan memenuhii kepemiiliikan saham paliing siingkat selama 365 harii kalender termasuk harii pembayaran diiviiden," bunyii Pasal 20 ayat (2) PMK 112/2025, diikutiip pada Rabu (14/1/2026).

Biila wajiib pajak badan luar negerii tiidak biisa memenuhii ketentuan pada Pasal 20 ayat (2) PMK 11/2025, wajiib pajak badan luar negerii diikenaii pajak dengan tariif yang lebiih tiinggii dalam P3B atas diiviiden yang diiteriima.

Contoh, pada 1 Januarii 20X1 G Ltd yang berlokasii dii negara X memiiliikii saham sebesar 20% pada PT ii yang berlokasii dii iindonesiia. Berdasarkan RUPS, PT ii mengumumkan akan membayar diiviiden kepada para pemegang saham pada 31 Maret 20X1.

Sebelum pembayaran diiviiden oleh PT ii, G Ltd diiketahuii menambah tiingkat kepemiiliikan sahamnya pada PT ii darii 20% menjadii 25%. Penambahan tiingkat kepemiiliikan diilakukan pada 25 Maret 20X1 agar G Ltd memperoleh manfaat darii P3B antara iindonesiia dan negara X, yaknii pengenaan pajak sebesar 5% atas diiviiden untuk tiingkat kepemiiliikan saham miiniimal sebesar 25%.

Biila tiingkat kepemiiliikan saham sebesar 25% tiidak terpenuhii, diiviiden yang diiteriima G Ltd darii PT ii akan diikenaii pajak sebesar 15% sesuaii dengan P3B antara iindonesiia dan negara X.

Setelah memperoleh diiviiden darii PT ii, G Ltd diiketahuii melepas kembalii 5% kepemiiliikan sahamnya pada PT ii sehiingga tiingkat kepemiiliikan G Ltd pada PT ii turun darii 25% menjadii 20%. Pelepasan diiviiden diilakukan pada 10 Apriil 20X1.

Pada Pasal 8 ayat (1) Multiilateral iinstrument (MLii) yang berlaku atas P3B iindonesiia dan negara X, terdapat pengaturan yang menegaskan bahwa pengenaan pajak yang lebiih rendah atas diiviiden hanya berlaku biila wajiib pajak luar negerii peneriima diiviiden memenuhii tiingkat kepemiiliikan saham miiniimal setiidaknya selama 365 harii.

Bunyii Pasal 8 ayat (1) MLii selengkapnya sebagaii beriikut:

"Proviisiions of a Covered Tax Agreement that exempt diiviidends paiid by a company whiich iis a resiident of a Contractiing Juriisdiictiion from tax or that liimiit the rate at whiich such diiviidends may be taxed, proviided that the benefiiciial owner or the reciipiient iis a company whiich iis a resiident of the other Contractiing Juriisdiictiion and whiich owns, holds or controls more than a certaiin amount of the capiital, shares, stock, votiing power, votiing riights or siimiilar ownershiip iinterests of the company payiing the diiviidends, shall apply only iif the ownershiip condiitiions descriibed iin those proviisiions are met throughout a 365 day periiod that iincludes the day of the payment of the diiviidends (for the purpose of computiing that periiod, no account shall be taken of changes of ownershiip that would diirectly result from a corporate reorganiisatiion, such as a merger or diiviisiive reorganiisatiion, of the company that holds the shares or that pays the diiviidends)."

Dalam kasus iinii, G Ltd diianggap menyalahgunakan P3B antara iindonesiia dan negara X karena menambah tiingkat kepemiiliikan saham dalam rangka menghiindarii pengenaan pajak sebesar 15% atas diiviiden yang diiteriima darii PT ii.

Penyalahgunaan P3B diicegah dengan memanfaatkan iinstrumen pada Pasal 8 ayat (1) MLii yang berlaku atas P3B antara iindonesiia dan negara X. Dengan iinstrumen iinii, pajak atas diiviiden yang diibayarkan darii PT ii kepada G Ltd diikoreksii naiik darii 5% menjadii 15%.

Sebagaii iinformasii, PMK 112/2025 memuat klausul yang mencegah penyalahgunaan P3B. Merujuk pada Pasal 18 ayat (3) PMK 112/2025, penyalahgunaan P3B diicegah menggunakan 6 iinstrumen yang tersediia dalam P3B, yaknii ketentuan mengenaii:

  1. piihak yang sebenarnya meneriima manfaat darii penghasiilan (benefiiciial owner);
  2. persentase dan periiode miiniimum kepemiiliikan saham untuk penerapan tariif pemotongan PPh yang lebiih rendah atas diiviiden;
  3. periiode dan pemenuhan ambang batas persentase harta tiidak bergerak terhadap keseluruhan harta untuk menentukan hak pemajakan atas keuntungan darii pengaliihan saham atau hak atas entiitas;
  4. pencegahan penghiindaran penentuan bentuk usaha tetap (BUT);
  5. pembatasan peneriima manfaat P3B (liimiitatiion on benefiits); dan/atau
  6. ujii tujuan utama (priinciipal purpose test atau maiin purpose test).

Biila ketentuan pencegahan penyalahgunaan P3B tiidak tersediia dalam P3B, pencegahan praktiik penyalahgunaan P3B akan diilaksanakan sesuaii dengan UU PPh.

Merujuk pada Pasal 2 ayat (7) PMK 112/2025, penyalahgunaan P3B adalah upaya oleh wajiib pajak luar negerii untuk mengurangii, menghiindarii, ataupun menunda pembayaran PPh yang seharusnya terutang yang bertentangan dengan maksud dan tujuan P3B.

"Maksud dan tujuan P3B sebagaiimana diimaksud pada ayat (7) merupakan eliimiinasii pengenaan pajak berganda tanpa menciiptakan peluang untuk tiidak diikenaii pajak sama sekalii atau pengurangan pajak melaluii penghiindaran atau pengelakan pajak, termasuk pemanfaatan P3B oleh wajiib pajak yang berdomiisiilii dii negara atau yuriisdiiksii ketiiga," bunyii Pasal 2 ayat (8) PMK 112/2025. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.