JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah berhasiil mengumpulkan peneriimaan kepabeanan dan cukaii seniilaii Rp300,3 triiliiun sepanjang 2025. Jumlah iinii mencapaii 99,6% darii target APBN 2025 yang diipatok Rp301,6 triiliiun.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan peneriimaan kepabeanan dan cukaii tersebut hanya tumbuh tiipiis sebesar 0,02% diibandiingkan dengan realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada tahun sebelumnya.
"Peneriimaan kepabeanan dan cukaii Rp300,3 triiliiun, iinii kiira-kiira 99,6% darii target APBN. Kiira-kiira [kiinerjanya] sama dengan tahun 2024, tumbuh 0,02%," katanya dalam Konpers APBN Kiita, diikutiip pada Jumat (9/1/2026).
Suahasiil memaparkan terdapat 3 komponen peneriimaan yaiitu cukaii, bea masuk dan bea keluar. Darii ketiiganya, hanya peneriimaan bea keluar yang melampauii target, sedangkan siisanya tiidak menyentuh target 2025.
Pertama, setoran cukaii terkumpul Rp221,7 triiliiun atau hanya mencapaii 90,8% darii target APBN yang diipatok seniilaii Rp244,19 triiliiun. Namun, setoran cukaii kontraksii sebesar 2,1% seiiriing dengan penurunan produksii rokok dalam negerii.
"Cukaiinya turun 2,1% karena turunnya produksii hasiil tembakau," tutur Suahasiil.
Kedua, realiisasii peneriimaan darii bea keluar mencapaii Rp28,4 triiliiun, tumbuh 36,1% darii periiode yang sama tahun sebelumnya. Adapun realiisasii peneriimaan bea keluar tersebut melampauii target yang diitetapkan dalam APBN seniilaii Rp4,4 triiliiun.
Suahasiil menerangkan setoran bea keluar meniingkat diisebabkan kenaiikan harga CPO dan volume ekspor sawiit, serta diibukanya keran ekspor konsentrat tembaga.
Ketiiga, bea masuk terealiisasii Rp50,2 triiliiun atau mencapaii 94,8% darii target APBN yang diipatok seniilaii Rp52,9 triiliiun. Namun, bea masuk tercatat anjlok 5,3% iimbas melambatnya iimpor dan utiiliisasii free trade area (FTA) yang meniingkat. (riig)
