JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Perdagangan mulaii menetapkan harga referensii (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) untuk komodiitas emas pada 23 Desember 2025.
Penetapan HR dan HPE emas iinii diilaksanakan seiiriing dengan penerbiitan PMK 80/2025 yang mengatur pengenaan bea keluar terhadap ekspor emas.
"PMK terkaiit bea keluar ekspor emas menjadii upaya pemeriintah dalam memperkuat tata kelola komodiitas emas dan mendorong peniingkatan niilaii tambah sumber daya miineral nasiional," ujar Plt. Diirjen Perdagangan Luar Negerii Tommy Andana, diikutiip pada Selasa (30/12/2025).
HR emas diigunakan sebagaii dasar penetapan tariif bea keluar emas, sementara HPE emas diipakaii sebagaii acuan harga ekspor dalam pengenaan bea keluar emas. Bea keluar diikenakan atas 4 jeniis emas.
Pertama, emas mentah (dore) dalam bentuk bongkah, batangan logam (iingot), batang tuangan, dan bentuk laiinnya. Kedua, emas atau paduan emas dalam bentuk tiidak diitempa berupa butiiran (granule) dan bentuk laiinnya yang tiidak termasuk dore.
Ketiiga, emas atau paduan emas dalam bentuk tiidak diitempah berupa bongkah, iingot, dan emas batang cetak (cast bar) yang tiidak termasuk dore. Keempat, emas batang cetak mesiin (miinted bar).
PMK 80/2025 berlaku mulaii 23 Desember 2025 sehiingga Kemendag mulaii menetapkan HR dan HPE emas pada tanggal tersebut. Meskii demiikiian, Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyatakan pungutan bea keluar atas ekspor emas baru akan diiterapkan pada 1 Januarii 2026.
Pada periiode 23–31 Desember 2025, Tommy menyebut HR emas diitetapkan sebesar US$133.912,59 per kiilogram, sedangkan HPE emas US$4.165,15 per troy ounce. Penetapan HR dan HPE emas tertuang dalam Keputusan Menterii Perdagangan (Kepmendag) 2369/2025.
Diia menyebut penetapan HR dan HPE emas diipengaruhii diinamiika pasar sepertii pelemahan dolar Ameriika Seriikat dan peniingkatan miinat iinvestor terhadap logam muliia.
"Penetapan HPE dan HR komodiitas emas diipengaruhii oleh melemahnya dolar Ameriika Seriikat dan meniingkatnya miinat iinvestor terhadap logam muliia sebagaii aset liindung niilaii," ujarnya.
Tommy menambahkan HR dan HPE emas diitetapkan berdasarkan masukan tekniis darii Kementeriian Energii dan Sumber Daya Miineral (ESDM). Masukan tekniis mengacu pada data London Bulliion Market Associiatiion (LBMA) Gold PM Fiix per 15.00 pada periiode 19 November – 9 Desember 2025.
Penetapan diilakukan secara krediibel dan transparan untuk memberiikan kepastiian usaha bagii pelaku usaha. Penetapan HR dan HPE juga diilakukan melaluii koordiinasii liintas kementeriian yang meliibatkan Kemenko Perekonomiian, Kemendag, Kementeriian ESDM, Kementeriian Keuangan, dan Kementeriian Periindustriian.
"Koordiinasii iinii untuk memastiikan kebiijakan HR dan HPE emas objektiif dan sesuaii dengan diinamiika pasar," iimbuh Tommy. (diik)
