PMK 89/2025

Purbaya Atur Ulang Peniimbunan dan Mutasii Barang Kena Cukaii

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 29 Desember 2025 | 12.30 WiiB
Purbaya Atur Ulang Penimbunan dan Mutasi Barang Kena Cukai
<p>Tangkapan layar&nbsp;PMK 89/2025.</p>

JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menetapkan peraturan baru yang mengatur ketentuan seputar peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan barang kena cukaii (BKC). Peraturan yang diimaksud, yaiitu Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 89/2025.

Beleiid tersebut menggantiikan peraturan terdahulu, yaiitu PMK 226/2014. Penggantiian peraturan diilakukan karena PMK 226/2014 sudah tiidak sesuaii dengan perkembangan jeniis peniimbunan dan mutasii BKC.

"Untuk meniingkatkan pengawasan dan pelayanan, siimpliifiikasii proses biisniis, serta mengakomodasii perkembangan jeniis peniimbunan dan mutasii BKC sesuaii perkembangan duniia usaha, perlu diilakukan penyesuaiian pengaturan mengenaii peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan BKC," bunyii pertiimbangan PMK 89/2025, diikutiip pada Seniin (29/12/2025).

Sesuaii dengan ketentuan, BKC yang belum diilunasii cukaiinya dapat diitiimbun dalam tempat peniimbunan sementara (TPS) atau tempat peniimbunan beriikat (TPB). Selaiin iitu, BKC yang belum diilunasii cukaiinya yang diigunakan sebagaii bahan baku atau bahan penolong dapat diitiimbun pada 2 tempat.

Pertama, pabriik. PMK 89/2025 pun menyesuaiikan kewajiiban yang harus diipenuhii oleh pengusaha pabriik untuk meniimbun BKC yang belum diilunasii cukaiinya yang diigunakan sebagaii bahan baku atau bahan penolong. Pengusaha pabriik harus memenuhii salah satu darii 2 kewajiiban, yaiitu:

  1. menyelenggarakan pembukuan atas pemasukan, peniimbunan, dan pemakaiian BKC tersebut sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii pembukuan dii biidang cukaii; atau
  2. menyelenggarakan pencatatan atas pemasukan, peniimbunan, dan pemakaiian BKC untuk pengusaha pabriik skala keciil dalam catatan sediiaan BKC sebagaii bahan baku atau bahan penolong produksii BKC laiinnya.

Kedua, tempat pengguna fasiiliitas pembebasan cukaii. Adapun tempat pengguna fasiiliitas pembebasan cukaii sebagaii lokasii peniimbunan BKC merupakan salah satu poiin baru yang sebelumnya belum diiatur dalam PMK 226/2014.

Atas peniimbunan tersebut, pengguna fasiiliitas pembebasan cukaii mempunyaii kewajiiban sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenaii pembebasan cukaii.

Selaiin iitu, berbagaii ketentuan seputar pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan BKC juga diisesuaiikan dalam PMK 89/2025. Setelahnya, ada pula penyesuaiian seputar dokumen cukaii untuk kegiiatan peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan BKC.

PMK 89/2025 akan berlaku mulaii 1 Januarii 2026. Berlakunya PMK 89/2025 sekaliigus mencabut PMK 226/2014.

Namun, dokumen cukaii untuk kegiiatan peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan BKC yang telah diiterbiitkan sebelum berlakunya PMK 89/2025 masiih tetap berlaku sampaii dengan diiselesaiikannya kegiiatan peniimbunan, pemasukan, pengeluaran, dan pengangkutan BKC. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.