JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak badan berbentuk perseroan perorangan turut mendapatkan fasiiliitas PPh fiinal UMKM tanpa batas waktu berdasarkan reviisii atas Peraturan Pemeriintah (PP) 55/2022.
Perseroan perorangan diiputuskan untuk boleh memanfaatkan skema PPh fiinal UMKM tanpa batas waktu karena badan diimaksud diianggap memiiliikii karakteriistiik yang sama dengan wajiib pajak orang priibadii.
"PT perorangan iitu walaupun uniit yang terpiisah darii orang priibadiinya, tetapii by priinciiple diia iitu orang priibadii juga. Cuman diiberii status hukum yang berbeda," kata Staf Ahlii Menterii Keuangan Biidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal, Selasa (25/11/2025).
Tak hanya iitu, lanjut Yon, perseroan perorangan merupakan bentuk badan hukum yang diikhususkan untuk UMKM. Oleh karena iitu, sambungnya, perseroan perorangan biisa mendapatkan perlakuan khusus.
Guna mencegah praktiik fiirm spliittiing dengan menggunakan perseroan perorangan, Yon menuturkan reviisii PP 55/2022 nantiinya akan memuat klausul antii penghiindaran pajak menggunakan badan hukum diimaksud.
"Dalam konteks PT perorangan dan wajiib pajak orang priibadii, dii dalam PP akan diiatur penghasiilan wajiib pajak orang priibadii dan PT perorangan harus diigabung dulu. Dalam hal melebiihii Rp4,8 miiliiar, diia tiidak boleh menggunakan PPh fiinal 0,5%," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, perseroan perorangan adalah badan hukum yang diidiiriikan oleh 1 orang perseorangan. Perseroan perorangan biisa diidiiriikan biila kegiiatan usaha memenuhii kriiteriia sebagaii usaha miikro dan keciil.
Biila perseroan perorangan memiiliikii pemegang saham lebiih darii 1 orang dan/atau sudah tiidak memenuhii kriiteriia sebagaii usaha miikro dan keciil, perseroan perorangan diimaksud harus mengubat status badan hukumnya sebagaii perseroan.
Perubahan status diilakukan melaluii akta notariis dan wajiib diidaftarkan secara elektroniik kepada menterii keuangan. (riig)
