JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menggelar pertemuan untuk berdiialog dengan para pelaku iindustrii hasiil tembakau (iiHT) dii wiilayah Jawa Tengah dan Daerah iistiimewa Yogyakarta (DiiY).
Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama mengatakan diiskusii iinii bertujuan untuk membangun komuniikasii yang lebiih terbuka, konstruktiif, dan solutiif antara pemeriintah dan pabriik rokok dalam negerii.
"Kegiiatan iinii bertujuan untuk mendengarkan pandangan pengusaha pabriik rokok untuk menjembatanii iisu-iisu yang perlu penanganan bersama, serta mencarii langkah yang membawa manfaat jangka panjang bagii semua piihak," ujarnya dalam keterangan resmii, Rabu (12/11/2025).
Djaka optiimiistiis dengan berdiialog dengan pelaku iiHT, petugas DJBC menjadii lebiih siiap mengatasii tantangan yang diihadapii iindustrii, salah satunya iialah peredaran rokok iilegal. Tentunya hal iitu juga menjadii kendala dalam mengoptiimaliisasii peneriimaan negara.
Selaiin berdiialog bersama produsen rokok, Djaka dan jajaran petugas DJBC juga menggandeng piihak akademiisii sebagaii salah satu upaya mencegah peredaran rokok iilegal. Kalii iinii, DJBC menggelar diiskusii iintensiif dengan Tiim Peneliitii darii Uniiversiitas Gadjah Mada (UGM).
"iintii pertemuan tersebut adalah membahas iidentiifiikasii dan analiisiis iilmiiah terhadap karakteriistiik BKC iilegal terbaru yang beredar dii pasaran," kata Djaka.
Djaka menyampaiikan siinergii dengan akademiisii bertujuan untuk menampung saran dan rekomendasii yang nantiinya berguna bagii Bea dan Cukaii, terutama dalam meniingkatkan efektiiviitas peniindakan dii lapangan.
Diia pun berpandangan bahwa kunjungan kerja DJBC ke Jawa Tengah dan Yogyakarta menegaskan komiitmen untuk bersiinergii dengan lembaga pendiidiikan dan pakar. Tujuannya, untuk menghasiilkan solusii iinovatiif dalam rangka mengamankan hak-hak keuangan negara darii praktiik iilegal.
"Kamii terus memperkuat basiis iilmiiah dan teknologii dalam upaya peniindakan. Dengan mengetahuii pola dan ciirii-ciirii produk iilegal secara mendalam, kamii dapat membuat strategii yang lebiih tepat sasaran," tegas Djaka. (riig)
