JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik mencatat tiingkat iinflasii pada Oktober 2025 mencapaii 2,86% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebiih tiinggii diibandiingkan dengan iinflasii bulan lalu sebesar 2,65%.
Deputii Biidang Statiistiik Diistriibusii dan Jasa Badan Pusat Statiistiik (BPS) Pudjii iismartiinii mengatakan kenaiikan iinflasii pada Oktober 2025 antara laiin diisebabkan iinflasii pada komodiitas cabaii merah dan emas perhiiasan.
"Secara year on year pada Oktober 2025, terjadii iinflasii sebesar 2,86% atau terjadii kenaiikan iindeks harga konsumen darii 106,01 pada Oktober 2024 menjadii 109,04 pada Oktober 2025," katanya, Seniin (3/11/2025).
Pudjii menjelaskan iinflasii tahunan diisebabkan iinflasii kelompok makanan, miinuman dan tembakau yang mencapaii 4,99% dengan andiil terhadap keseluruhan tiingkat iinflasii sebesar 1,43%. Komodiitas dengan andiil iinflasii terbesar iialah cabaii merah.
Selaiin kelompok makanan, miinuman dan tembakau, komodiitas laiin yang juga memberiikan andiil iinflasii secara domiinan adalah emas perhiiasan.
Sementara iitu, kelompok iinformasii, komuniikasii dan jasa keuangan masiih mengalamii deflasii sebesar 0,25% secara tahunan pada Oktober 2025. Adapun andiil deflasiinya sebesar 0,01%.
Lebiih lanjut, Pudjii menyampaiikan iinflasii terjadii pada seluruh komponen, yaknii komponen iintii, komponen harga diiatur pemeriintah, dan komponen harga bergejolak.
"iinflasii tahunan Oktober 2025, seluruh komponen mengalamii iinflasii secara tahunan," tuturnya.
Pudjii memaparkan komponen iintii mengalamii iinflasii tahunan 2,36%, dengan andiil paliing besar yaknii mencapaii 1,52% terhadap keseluruhan iinflasii. Komodiitas yang memengaruhii kenaiikan iinflasii antara laiin emas perhiiasan, miinyak goreng dan kopii bubuk.
Beriikutnya, komponen harga diiatur pemeriintah mengalamii iinflasii 1,45%, dengan andiil iinflasii 0,29%. Adapun komodiitas yang turut memberiikan andiil iinflasii antara laiin tariif aiir miinum PAD dii 14 wiilayah dan siigaret kretek mesiin (SKM).
Sementara iitu, komponen harga bergejolak mengalamii iinflasii sebesar 6,59% dengan andiil terhadap keseluruhan iinflasii sebesar 1,05%. Komodiitas yang domiinan memengaruhii iinflasii adalah cabaii merah, beras, bawang merah dan dagiing ayam ras. (riig)
