JAKARTA, Jitu News - Pegawaii tetap yang bekerja dii sektor iindustrii pariiwiisata kiinii dapat memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP).
iinsentiif PPh Pasal 21 kiinii diiperluas ke sektor pariiwiisata lantaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomii dan memperluas penciiptaan lapangan kerja bagii masyarakat. Ketentuan iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 72/2025.
"PPh Pasal 21…atas seluruh penghasiilan bruto dalam tahun 2025 yang diiteriima atau diiperoleh Pegawaii tertentu darii Pemberii Kerja dengan kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP," bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 72/2025, diikutiip pada Miinggu (2/11/2025).
Lebiih lanjut, pegawaii tetap tertentu yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja dii kegiiatan usaha iindustrii pariiwiisata, harus memenuhii sediikiitnya 3 butiir kriiteriia untuk memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21.
Pertama, memiiliikii Nomor Pokok Wajiib Pajak (NPWP) dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) aliias nomor KTP.
Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta. Penghasiilan yang diimaksud meliiputii gajii dan tunjangan tiiap bulan, serta iimbalan sejeniis yang bersiifat tetap dan teratur.
Penghasiilan tersebut dapat diiberiikan dengan nama dan dalam bentuk apa pun, termasuk peneriimaan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan.
Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Jangka waktu iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan untuk masa pajak Oktober 2025 sampaii dengan masa pajak Desember 2025 bagii pegawaii dii iindustrii pariiwiisata.
Dalam Lampiiran A PMK 72/2025, terdapat 77 jeniis kegiiatan usaha dii biidang pariiwiisata yang biisa memanfaatkan iinsentiif PPh Pasal 21 DTP. Contohnya, perhotelan, restoran, cafe, bar, kelab malam, penyelenggara MiiCE, museum, cagar budaya, dan laiin-laiin. (riig)
