JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii menerbiitkan peraturan yang memperluas pemberiian iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk sektor pariiwiisata. Pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iitu diiatur melaluii PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025.
iinsentiif PPh Pasal 21 DTP tersebut diiberiikan untuk penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu. Adapun kriiteriia pegawaii tertentu yang biisa memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP masiih sama sepertii PMK 10/2025.
“Pajak Penghasiilan Pasal 21 atas seluruh penghasiilan bruto dalam tahun 2025 yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif Pajak Penghasiilan Pasal 21 diitanggung pemeriintah,” bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 10/2025, diikutiip pada Selasa (28/10/2025).
Berdasarkan Pasal 4 PMK 10/2025, pegawaii tertentu yang diimaksud berupa: (ii) pegawaii tetap tertentu; dan/atau (iiii) pegawaii tiidak tetap tertentu, yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu.
Pegawaii tetap tertentu merupakan pegawaii tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.
Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta. Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.
Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap tertentu merupakan pegawaii tiidak tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.
Kedua, meneriima upah dengan jumlah: (ii) rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500.000 dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau (iiii) tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan.
Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Berdasarkan Pasal 3 PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025, pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu harus memenuhii persyaratan sebagaii beriikut:
