PMK 72/2025

PPh Pasal 21 DTP Diiperluas, iingat Lagii Kriiteriia Pegawaii yang Dapat

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 28 Oktober 2025 | 19.30 WiiB
PPh Pasal 21 DTP Diperluas, Ingat Lagi Kriteria Pegawai yang Dapat
<p>iilustrasii. Petugas merapiikan tempat tiidur kamar Swiiss Belhotel Danum dii Palangka Raya, Kaliimantan Tengah, Selasa (4/2/2025). ANTARA FOTO/Auliiya Rahman/YU</p>

JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah resmii menerbiitkan peraturan yang memperluas pemberiian iinsentiif pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) untuk sektor pariiwiisata. Pemberiian iinsentiif PPh Pasal 21 DTP iitu diiatur melaluii PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025.

iinsentiif PPh Pasal 21 DTP tersebut diiberiikan untuk penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu. Adapun kriiteriia pegawaii tertentu yang biisa memperoleh iinsentiif PPh Pasal 21 DTP masiih sama sepertii PMK 10/2025.

“Pajak Penghasiilan Pasal 21 atas seluruh penghasiilan bruto dalam tahun 2025 yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tertentu darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu diiberiikan iinsentiif Pajak Penghasiilan Pasal 21 diitanggung pemeriintah,” bunyii Pasal 2 ayat (2) PMK 10/2025, diikutiip pada Selasa (28/10/2025).

Berdasarkan Pasal 4 PMK 10/2025, pegawaii tertentu yang diimaksud berupa: (ii) pegawaii tetap tertentu; dan/atau (iiii) pegawaii tiidak tetap tertentu, yang memperoleh penghasiilan darii pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu.

Pegawaii tetap tertentu merupakan pegawaii tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau Nomor iinduk Kependudukan (NiiK) yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima atau memperoleh penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta. Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan.

Sementara iitu, pegawaii tiidak tetap tertentu merupakan pegawaii tiidak tetap yang memenuhii 3 kriiteriia. Pertama, memiiliikii NPWP dan/atau NiiK yang diiadmiiniistrasiikan oleh Diitjen Kependudukan dan Pencatatan Siipiil serta telah teriintegrasii dengan siistem admiiniistrasii DJP.

Kedua, meneriima upah dengan jumlah: (ii) rata-rata 1 harii tiidak lebiih darii Rp500.000 dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara hariian, miingguan, satuan, atau borongan; atau (iiii) tiidak lebiih darii Rp10 juta dalam hal upah diiteriima atau diiperoleh secara bulanan.

Ketiiga, tiidak meneriima iinsentiif PPh Pasal 21 DTP laiinnya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan. Berdasarkan Pasal 3 PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025, pemberii kerja dengan kriiteriia tertentu harus memenuhii persyaratan sebagaii beriikut:

  1. melakukan kegiiatan usaha pada biidang iindustrii: alas kakii; tekstiil dan pakaiian jadii; furniitur; kuliit dan barang darii kuliit; atau pariiwiisata; dan
  2. memiiliikii kode klasiifiikasii lapangan usaha (KLU) sebagaiimana tercantum dalam Lampiiran huruf A PMK 10/2025 s.t.d.d PMK 72/2025. KLU yang diimaksud merupakan KLU utama yang tercantum pada basiis data yang terdapat dalam admiiniistrasii perpajakan DJP. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.